alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wartawan Diusir di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel

Muhammad Yunus Kamis, 25 Februari 2021 | 09:24 WIB

Wartawan Diusir di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel
Wartawan yang ingin meliput gladi pelantikan calon kepala daerah terpilih di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan diusir petugas, Kamis (25/2/2021) / [Istimewa]

Wartawan yang ingin meliput gladi pelantikan calon kepala daerah terpilih di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan diusir petugas

SuaraSulsel.id - Wartawan yang ingin meliput gladi pelantikan calon kepala daerah terpilih di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan diusir petugas.

Alasannya, gladi pelantikan calon kepala daerah digelar tertutup. Media dilarang masuk meliput.

Seorang pengawal pribadi Gubernur Sulsel bahkan terekam mengusir fotografer yang ingin mengambil gambar.

"Silahkan di luar pak. Sudah mi kita atur. Silahkan berhubungan nanti sama protokol," ujar pria berbaju merah dalam video yang dibagikan sejumlah rekan media tersebut, Kamis 25 Februari 2021.

Baca Juga: Besok, Wartawan di Sleman Bakal Jalani Vaksinasi Covid-19

Selain dilarang meliput, media juga tidak diperbolehkan masuk dalam kawasan rumah jabatan. Mereka diminta untuk tidak melewati gerbang.

Namun, berbeda bagi tamu lainnya. Mereka boleh masuk, tetapi diperiksa terlebih dahulu. Sejumlah anggota polisi dan Satpol PP juga terlihat melakukan pengawalan ketat di pintu masuk.

Seperti diketahui, 11 calon kepala daerah di Sulsel akan dilantik, Jumat (26/2/2021) besok. Pelantikan akan digelar di Baruga Pattingaloang Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.

Pelantikan akan digelar secara langsung, bukan virtual seperti daerah lainnya.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah megaku sudah meminta izin ke Mendagri agar pelantikan digelar secara langsung.

Baca Juga: Ganjar Ajak Wartawan untuk Ikut Terima Vaksin Jateng Gelombang Kedua

Aturannya adalah hanya calon wali kota/wakil wali kota dan bupati/wakil bupati dan ketua tim PKK yang boleh hadir. Di dalam ruangan hanya boleh diisi 25 orang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait