BNPB Minta Pendataan Kerusakan Rumah Pascagempa Sulbar Segera Diselesaikan

BNPB mendesak para pihak supaya proses pendataan kerusakan rumah warga yang terdampak Gempa Bumi Sulbar diselesaikan segera.

Chandra Iswinarno
Jum'at, 22 Januari 2021 | 16:19 WIB
BNPB Minta Pendataan Kerusakan Rumah Pascagempa Sulbar Segera Diselesaikan
Kepala BNPB Doni Monardo (tengah) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) ketika mengunjungi lokasi gempa Mamuju, Sulbar, Minggu (17/1/2021). [Dok. BNPB]

SuaraSulsel.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendesak para pihak supaya proses pendataan kerusakan rumah warga yang terdampak Gempa Bumi Sulawesi Barat (Sulbar) diselesaikan segera.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, pendataan rumah rusak tersebut harus dilakukan sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat segera dilakukan.

“Kita upayakan pendataan harus sesegera mungkin selesai, supaya program rehabilitasi dan rekonstruksi itu dapat segera berjalan walaupun statusnya masih dalam status transisi darurat,” kata Doni, Jumat (22/1/2021).

Dia mengatakan, seperti arahan Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke lokasi terdampak Gempa Bumi Sulbar pada Senin (18/1/2021), masyarakat akan diberikan dukungan berupa dana stimulan untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak terdampak gempa bumi.

Baca Juga:279 Aset Negara Rusak Gegara Gempa Sulbar, Kerugian Mencapai Rp 494 Miliar

Adapun besaran dana stimulan tersebut adalah Rp 50 juta untuk rumah rusak berat, Rp 25 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rusak ringan.

Dalam implementasinya, Doni menjelaskan, dana stimulan diharapkan dapat dikelola masyarakat dengan dukungan TNI dan Polri agar prosesnya dapat lebih cepat, sehingga tidak ada masyarakat yang belama-lama di pengungsian.

“Dana stimulan ini diharapkan nantinya bisa dikelola oleh masyarakat dengan dukungan TNI dan Polri,” jelas Doni.

Lantaran itu, dia kembali menekankan, BNPB tidak akan membangun hunian sementara (huntara) seperti yang telah dilakukan pada program rehabilitasi dan rekonstruksi Gempa Lombok 2018 silam.

“Kita menghindari membangun huntara. Kita akan mempercepat proses pembangunan rumah masyarakat yang rusak berat dan rusak sedang,” jelasnya.

Baca Juga:Korban Gempa Mamuju Dikasari, Dibentak, dan Diusir saat Minta Karpet Sholat

Kemudian bagi yang rumah rusak ringan, pemerintah akan tetap mendukung dengan besaran dana stimulan sesuai dengan yang telah ditentukan serta mendampingi proses perbaikan yang dianggap perlu sehingga rumah dapat segera kembali ditempati.

“Kalau rusak ringan mungkin nanti setelah dinilai bisa ditempati setelah situasi normal kembali mungkin tidak begitu banyak direnovasi. Tetapi bagi mereka yang rumahnya sudah rusak berat dan tentu tidak mungkin ditempati,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini