Pengusaha Sulsel Haji Permata Ditembak 3 Kali di Bagian Jantung

Haji Permata memiliki nama asli Jumhan Bin Selo. Ditembak Petugas Bea Cukai Kepulauan Riau.

Muhammad Yunus
Rabu, 20 Januari 2021 | 10:01 WIB
Pengusaha Sulsel Haji Permata Ditembak 3 Kali di Bagian Jantung
Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam Masrur Amin / [Foto Batamnews.com]
Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam Masrur Amin bersama Kepala Bea Cukai Kepri Agus Yulianto / [Foto Batamnews.com]
Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam Masrur Amin bersama Kepala Bea Cukai Kepri Agus Yulianto / [Foto Batamnews.com]

Anggota DPRD Ikut Bicara

Anggota Komisi I DPRD Kepulauan Riau, Uba Ingan Sigalingging angkat bicara terkait kematian Haji Permata.

"Yang pertama tentunya saya sampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Haji Permata," kata Uba.

Uba berharap pihak terkait melakukan penyelidikan secara tuntas dan transparan.

Baca Juga:Pasca Penembakan Haji Permata, Kepala Bea Cukai Siap Dipecat

Dia mengatakan, insiden yang menewaskan pengusaha Batam Haji Permata membuka kotak pandora. Bahwa ada hal yang memicu maraknya penyelundupan rokok dari Batam.

"Terjadinya penyeludupan rokok sebagaimana yang disampaikan oleh Bea dan Cukai menimbulkan dugaan adanya sumber produksi rokok ilegal di Batam," ujar dia.

Jika merujuk pada pernyataan Bea Cukai, jumlah barang bukti yang diamankan jumlahnya cukup fantastis.

Dalam peristiwa itu, aparat kepabeanan mengamankan barang bukti rokok ilegal yang jumlahnya lebih dari 7,2 juta batang. Dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 7,6 miliar.

Uba mendorong penegak hukum yakni kepolisian dan Bea Cukai bisa menyelidiki sumber rokok ilegal di Batam ini.

Baca Juga:Ketua KKSS Sebut Haji Permata Ditinggal di Kapal Usai Ditembak Mati

Dia menduga produksi rokok ilegal ini sudah berlangsung lama dan tidak diawasi dengan semestinya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini