Dibusur dan Dikejar Ratusan Pembalap Liar, Pria di Sulsel Todongkan Senjata

Dari hasil pemeriksaan Syahru, diketahui senjata yang sempat ditodongkan ke pengemudi motor adalah jenis Airsoft Gun.

Yovanda Noni
Sabtu, 14 November 2020 | 16:49 WIB
Dibusur dan Dikejar Ratusan Pembalap Liar, Pria di Sulsel Todongkan Senjata
Syahru saat menodongkan senjata Airsoft Gun terhadap pengendara motor yang mengejar. [Foto: Muhammad Aidil]

"Jadi sepanjang jalan itu sudah dirusak mobilnya. Dilempari batu bahkan dibusur," tambah Nurtjahyana.

Situasi tersebut membuat Syahru memacu kendaraannya hingga sampai ke samping Polsek Rappocini, Jalan Sultan Alauddin Makassar untuk meminta pertolongan.

"Katanya itu senjata sampai saat ini hilang. Karena pada saat dia (Syahru) dihadang di samping kantor Polsek Rappocini itu, senjata itu dia masukkan ke dalam dasbornya. Jadi hilang itu senjata sama satu handphone. Kemungkinan diambil sama kelompok motor itu," katanya.

Kapolsek Rappocini Kompol Ashari mengemukakan peristiwa ini terjadi pada Jumat (13/11/2020) pukul 04.15 Wita, dini hari tadi.

Baca Juga:Satu Petinggi PDIP Sulawesi Selatan Terseret Kasus Video Porno

Awalnya Syahru bersama rekannya, Aswar Anas (20 tahun) melintas di Jalan Vetaran, Makassar menggunakan mobil Honda Brio warna merah.

Saat melintas, suara knalpot mobil Syahrul sangat keras. Dan sambil memainkan gas.

Sementara di lokasi, terdapat 500 orang pengendara motor yang diduga hendak melakukan aksi balapan liar.

Para pemotor tersebut tidak terima perbuatan Syahru yang memainkan gas mobil dan menerobos jalanan yang akan dijadikan sebagai arena balapan.

Dari situ, ratusan pengendara motor tersebut kemudian mengejar dan melempari batu dan memanah menggunakan busur korban yang tengah berada di dalam mobil.

Baca Juga:Badan Kehormatan PDIP Sulses Sebut Abdul Rasyid Menyangkal Soal Video Porno

"Korban melintas di Jalan Veteran dengan suara mesin mobil yang keras, sehingga korban di kejar dan dilempari serta dibusur," kata Ashari.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini