Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dua Hari Lagi Fenomena Equinox Terjadi di Indonesia, Ini Kata BMKG

Muhammad Yunus Senin, 21 September 2020 | 18:40 WIB

Dua Hari Lagi Fenomena Equinox Terjadi di Indonesia, Ini Kata BMKG
Ilustrasi Matahari. [Shutterstock]

Matahari dengan Bumi memiliki jarak paling dekat. Sehingga konsekuensinya wilayah tropis sekitar ekuator akan mendapatkan penyinaran matahari maksimum.

SuaraSulsel.id - Equinox adalah salah satu fenomena astronomi, dimana matahari melintasi garis khatulistiwa. Secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun. Pada tanggal 21 Maret dan 23 September.

Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis. Dimana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36°C.

Menyikapi hal ini, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Makassar Esti Kristantri mengimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak equinox.

"Sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang di masyarakat," kata Esti kepada suarasulsel.id, Senin (21/9/2020).

Esti menghimbau masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan tidak perlu panik. Karena untuk beberapa hari ke depan cuaca umumnya berawan dan berpeluang hujan.

"Sebenarnya tidak ada dampak signifikan untuk Indonesia," ungkap Esti.

Saat fenomena equinox berlangsung, Matahari dengan Bumi memiliki jarak paling dekat. Sehingga konsekuensinya wilayah tropis sekitar ekuator akan mendapatkan penyinaran matahari maksimum.

Secara umum rata-rata suhu maksimum di wilayah Indonesia berada dalam kisaran 32-36°C.

Meski tidak terlalu berdampak, masyarakat tetap dihimbau untuk menjaga kesehatan tubuh dengan memperbanyak minum air putih atau vitamin.

Jannah, warga Kota Makassar mengaku akhir-akhir ini cuaca di Kota Makassar sangat panas. Meski di beberapa kecamatan sudah mulai turun hujan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait