facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bupatinya Kena Sanksi Dari Gubernur Jatim, Anggota DPRD Jember Cukur Gundul

Chandra Iswinarno Rabu, 09 September 2020 | 18:02 WIB

Bupatinya Kena Sanksi Dari Gubernur Jatim, Anggota DPRD Jember Cukur Gundul
Bupati Jember Faida / Foto: Humas Pemkab Jember

Dalam perayaan tersebut, warga mengawali acara dengan pembacaan surat Yasin.

SuaraSulsel.id - Bupati Jember, Faida akhirnya dikenakan sanksi oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indah Parawansa. Sanksi yang diberikan orang nomor satu Jatim tersebut justru malah disambut meriah Warga Jember.

Mereka menggelar doa bersama cukur gundul hingga tumpengan di halaman Gedung DPRD Kabupaten Jember pada Rabu (9/9/2020).

Dalam perayaan tersebut, warga mengawali acara dengan pembacaan surat Yasin.

Saat acara digelar, tampak anggota DPRD Jember dari Fraksi Partai Nasional Demokrat David Handoko Seto, dan tokoh Nahdlatul Ulama KH Syaifur Rijal atau Gus Syef yang merelakan diri diplontos sebagai bagian dari perayaan.

Baca Juga: 2 Orang dari Jember, Tularkan Covid-19 ke Anggota Keluarga di Kapuas Hulu

Sebelumnya, Bupati Faida resmi diberi sanksi administratif berupa larangan menerima hak-hak keuangan, meliputi gaji pokok, tunjangan jabatan, tunjangan lainnya, honorarium, biaya penunjang operasional, dan hak-hak keuangan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, selama enam bulan sejak 2 September 2020.

Sanksi tersebut muncul setelah Gubernur Khofifah menimbang hasil pemeriksaan Inspektorat Jawa Timur terhadap penetapan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020 yang mengalami keterlambatan.

Hasil pemeriksaan Inspektorat menunjukkan bahwa penyebab keterlambatan adalah Bupati Faida.

"Terima kasih Ibu Gubernur. Indonesia punya kitab suci yakni undang-undang, aturan yang telah dibuat wakil rakyat. Jalankan itu secara benar. Saya di sini bukan mensyukuri atas sanksi terhadap Faida, tapi atas telah dilaksanakannya hukum yang ada," kata Gus Syef seperti dilansir Beritajatim.com-jaringan Suara.com

Sementara itu, Kustiono Musri, pemrakarsa aksi, mengapresiasi sanksi tersebut. Sanksi tersebut memperjelas siapa yang bersalah dalam kisruh politik di Jember.

Baca Juga: Kecolongan, 2 Orang Positif Corona dari Jember Lolos Terbang ke Pontianak

"Jadi bukan soal besar kecilnya sanksi," katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait