Muhammad Yunus
Senin, 02 November 2026 | 07:07 WIB
JK saat menjadi narasumber dalam Maluku Business Forum 2026 bertajuk From Energy Potential to Sustainable Prosperity di Ballroom Hotel Santika Ambon, Minggu (1/11/2026) [SuaraSulsel.id/Tim Media JK]
Baca 10 detik
  • Jusuf Kalla meminta daerah segera menyiapkan sumber daya manusia guna menyambut proyek Blok Masela tahun 2030.
  • Investasi pembangunan sebesar 20 miliar dolar AS tersebut membutuhkan dua belas ribu tenaga kerja dan industri lokal.
  • Pemerintah daerah bersama pengusaha wajib memperkuat kapasitas agar masyarakat Maluku memperoleh manfaat ekonomi nyata.

Pengusaha Lokal Harus Masuk Rantai Bisnis

Selain menyiapkan tenaga kerja, JK menekankan pentingnya memperkuat kapasitas pengusaha lokal agar dapat terlibat dalam rantai pasok Blok Masela.

Pengusaha Maluku, kata dia, perlu membangun kemitraan dengan perusahaan yang memiliki kemampuan teknologi dan pengalaman industri.

Dengan begitu, pelaku usaha lokal dapat mengambil peran sebagai kontraktor, subkontraktor, maupun penyedia jasa pendukung.

Peluang bisnis dari pengembangan Blok Masela tidak terbatas pada sektor energi. Kebutuhan industri juga berpotensi mendorong pertumbuhan usaha transportasi, perumahan, perdagangan, restoran, dan berbagai jasa lainnya.

JK juga menyoroti peluang pengembangan industri pupuk dan petrokimia yang memanfaatkan gas alam sebagai bahan baku.

Menurutnya, pengembangan industri hilir penting agar manfaat ekonomi Blok Masela tidak berhenti pada produksi dan ekspor gas, tetapi juga menciptakan kegiatan industri baru serta memperluas lapangan kerja di Maluku.

"Pengusaha-pengusaha harus dilatih dan disiapkan. Tanpa itu, proyek sebesar apa pun tidak akan memberikan manfaat yang maksimal bagi daerah," jelasnya.

Manfaat Blok Masela Harus Menjangkau Seluruh Maluku

Baca Juga: Intip 7 Gurita Bisnis Kalla Group yang Jarang Diketahui Publik

JK turut mendorong pemerintah daerah memperjuangkan agar manfaat ekonomi Blok Masela dapat dirasakan lebih luas, tidak hanya oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai lokasi fasilitas pengolahan.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan pengembangan sumber daya alam tersebut turut membuka peluang ekonomi bagi daerah lain di Maluku.

"Ini perjuangan yang harus dilakukan. Bagaimana daerah-daerah lain di Maluku juga memperoleh manfaat dari kekayaan alam tersebut," ujarnya.

JK mengingatkan, Maluku memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dunia. Aktivitas perdagangan internasional telah berlangsung di wilayah itu jauh sebelum Indonesia terbentuk.

Ia berharap pengembangan Blok Masela menjadi momentum untuk memperkuat kembali perekonomian Maluku melalui pengelolaan sumber daya alam yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Bisnis bukan barang baru di Maluku. Lima abad lalu daerah ini sudah berhubungan dengan pedagang-pedagang dunia karena kekayaan rempah-rempahnya," ungkap JK.

Load More