- Jusuf Kalla meminta daerah segera menyiapkan sumber daya manusia guna menyambut proyek Blok Masela tahun 2030.
- Investasi pembangunan sebesar 20 miliar dolar AS tersebut membutuhkan dua belas ribu tenaga kerja dan industri lokal.
- Pemerintah daerah bersama pengusaha wajib memperkuat kapasitas agar masyarakat Maluku memperoleh manfaat ekonomi nyata.
SuaraSulsel.id - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mendorong pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pengusaha di Maluku segera menyiapkan sumber daya manusia (SDM) serta industri lokal untuk menyambut pengembangan Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
JK mengingatkan, proyek gas bernilai investasi sekitar 20 miliar dolar AS itu harus memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Maluku.
Tanpa persiapan sejak dini, peluang kerja dan bisnis berpotensi lebih banyak dinikmati tenaga kerja serta perusahaan dari luar daerah.
"Kalau tidak disiapkan dari sekarang, orang dari luar yang akan datang bekerja. Orang Maluku tidak punya kesempatan berada pada posisi-posisi penting. Jangan sampai masyarakat Maluku hanya menjadi penonton," kata JK.
Hal itu disampaikan JK saat menjadi narasumber dalam Maluku Business Forum 2026 bertajuk From Energy Potential to Sustainable Prosperity di Ballroom Hotel Santika Ambon, Minggu (1/11/2026).
Investasi Rp300 Triliun, Ribuan Tenaga Kerja Dibutuhkan
JK menyebut pengembangan Blok Masela diperkirakan membutuhkan investasi konstruksi sekitar 20 miliar dolar AS, dengan target produksi pada 2030.
Pada tahap pembangunan, proyek tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja.
Besarnya investasi dan kebutuhan tenaga kerja itu, menurut JK, harus diimbangi kesiapan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri energi.
Baca Juga: Intip 7 Gurita Bisnis Kalla Group yang Jarang Diketahui Publik
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan perguruan tinggi segera menyusun program pendidikan, pelatihan, serta pemagangan.
Tenaga kerja Maluku perlu mendapatkan pengalaman di berbagai proyek industri gas, termasuk di Tangguh, Kalimantan, dan Laut Jawa.
"Magangkan di Tangguh, di Kalimantan, dan di Laut Jawa. Siapkan tenaga-tenaga dari sekarang agar mereka mempunyai kemampuan dan pengalaman ketika proyek itu berjalan," ujarnya.
JK mencontohkan pengalaman pengembangan industri gas di Aceh sebagai pelajaran bagi Maluku.
Menurutnya, ketidaksiapan tenaga kerja lokal dapat memicu kecemburuan sosial ketika kesempatan kerja justru lebih banyak diisi pekerja dari luar daerah.
"Jangan sampai pengalaman di Aceh terulang di Maluku. Kalau tidak siap, masyarakat setempat akan kehilangan kesempatan untuk bekerja di industri yang ada di daerahnya sendiri," katanya.
Pengusaha Lokal Harus Masuk Rantai Bisnis
Selain menyiapkan tenaga kerja, JK menekankan pentingnya memperkuat kapasitas pengusaha lokal agar dapat terlibat dalam rantai pasok Blok Masela.
Pengusaha Maluku, kata dia, perlu membangun kemitraan dengan perusahaan yang memiliki kemampuan teknologi dan pengalaman industri.
Dengan begitu, pelaku usaha lokal dapat mengambil peran sebagai kontraktor, subkontraktor, maupun penyedia jasa pendukung.
Peluang bisnis dari pengembangan Blok Masela tidak terbatas pada sektor energi. Kebutuhan industri juga berpotensi mendorong pertumbuhan usaha transportasi, perumahan, perdagangan, restoran, dan berbagai jasa lainnya.
JK juga menyoroti peluang pengembangan industri pupuk dan petrokimia yang memanfaatkan gas alam sebagai bahan baku.
Menurutnya, pengembangan industri hilir penting agar manfaat ekonomi Blok Masela tidak berhenti pada produksi dan ekspor gas, tetapi juga menciptakan kegiatan industri baru serta memperluas lapangan kerja di Maluku.
"Pengusaha-pengusaha harus dilatih dan disiapkan. Tanpa itu, proyek sebesar apa pun tidak akan memberikan manfaat yang maksimal bagi daerah," jelasnya.
Manfaat Blok Masela Harus Menjangkau Seluruh Maluku
JK turut mendorong pemerintah daerah memperjuangkan agar manfaat ekonomi Blok Masela dapat dirasakan lebih luas, tidak hanya oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai lokasi fasilitas pengolahan.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan pengembangan sumber daya alam tersebut turut membuka peluang ekonomi bagi daerah lain di Maluku.
"Ini perjuangan yang harus dilakukan. Bagaimana daerah-daerah lain di Maluku juga memperoleh manfaat dari kekayaan alam tersebut," ujarnya.
JK mengingatkan, Maluku memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dunia. Aktivitas perdagangan internasional telah berlangsung di wilayah itu jauh sebelum Indonesia terbentuk.
Ia berharap pengembangan Blok Masela menjadi momentum untuk memperkuat kembali perekonomian Maluku melalui pengelolaan sumber daya alam yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
"Bisnis bukan barang baru di Maluku. Lima abad lalu daerah ini sudah berhubungan dengan pedagang-pedagang dunia karena kekayaan rempah-rempahnya," ungkap JK.
JK meminta seluruh pemangku kepentingan menggunakan waktu menjelang target produksi 2030 untuk memperkuat kualitas SDM, meningkatkan kemampuan pengusaha lokal, dan menyiapkan infrastruktur pendukung.
Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi faktor penting agar masyarakat Maluku tidak sekadar menyaksikan proyek besar berlangsung di daerahnya, tetapi juga memperoleh pekerjaan, peluang usaha, dan manfaat ekonomi dari pengembangan Blok Masela.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela
-
Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Kembali Jadi Tersangka, Ini Kasusnya
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari