Muhammad Yunus
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB
Ilustrasi: Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan bahan kosmetik ilegal berbahaya dalam konferensi pers penggerebekan pabrik di kompleks pergudangan Elang Laut, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta, Kamis (16/3/2023). [SuaraSulsel.id/ANTARA]
Baca 10 detik
  • BBPOM Manado meningkatkan pengawasan distribusi kosmetik ilegal pada 2025 lebih dari sepuluh kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
  • Sulawesi Utara mencatat potensi kejahatan kosmetik tanpa izin edar mencapai lebih dari 70 persen pada 2025.
  • Penggunaan kosmetik ilegal berisiko memicu iritasi kulit, reaksi alergi, kerusakan jangka panjang, hingga keracunan bahan berbahaya.

Keempat, efek samping penggunaan produk tidak terpantau karena tidak tersedia pencatatan maupun pihak yang bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan.

Menurut Dian, penggunaan kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan dapat menyebabkan iritasi kulit, reaksi alergi, kerusakan kulit jangka panjang, hingga keracunan akibat paparan bahan berbahaya.

Karena itu, masyarakat diminta lebih teliti sebelum membeli dan menggunakan produk kosmetik.

"Kosmetik yang aman dapat melindungi kesehatan kulit, aman dipakai jangka panjang serta mendapatkan hasil optimal tanpa mengorbankan kulit," katanya.

BBPOM Manado berharap peningkatan pengawasan dapat berjalan seiring dengan penguatan literasi masyarakat sehingga konsumen mampu mengenali produk kosmetik yang legal dan aman digunakan.

Load More