- Petugas PPPK KPH Saddang II bernama Padayya Mangampang gugur tertimpa pohon saat memadamkan kebakaran hutan di Toraja Utara pada 28 Oktober 2026.
- Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melayat ke rumah duka dan berjanji menanggung biaya pendidikan anak korban pada 29 Oktober 2026.
- Gubernur meminta masyarakat dan pemerintah daerah segera melaporkan indikasi pembakaran hutan yang disengaja kepada aparat penegak hukum dan Balai Gakkum.
Padayya meninggal dunia pada Rabu, 28 Oktober 2026 malam setelah tertimpa pohon tumbang saat bertugas memadamkan karhutla di Lembang Nanna, Kecamatan Nanggala, Toraja Utara.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pemprov Sulsel, Andi Kasman mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 20.50 Wita.
Saat itu Padayya bersama tim gabungan sedang berupaya mengendalikan kebakaran di kawasan hutan lindung.
Setelah berjibaku dengan api, korban sempat beristirahat di jalur Poros Karre karena kelelahan. Namun, sebuah pohon tiba-tiba tumbang dan menimpanya.
"Korban bahkan sempat mengirim video sedang melakukan pemadaman. Saat sedang beristirahat karena kelelahan, pohon tumbang dan mengenai korban," kata Kasman, Kamis, 29 Oktober 2026.
Padayya sempat dievakuasi ke Puskesmas Nanggala sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Elim Rantepao. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kasman menyebut Padayya merupakan salah satu personel yang berada di garda terdepan dalam upaya pemadaman karhutla di Toraja Utara.
"Almarhum adalah garda terdepan selama pemadaman di wilayah Toraja. Kami sangat kehilangan sosok terbaik," tuturnya.
Kebakaran hutan lindung di Kecamatan Nanggala sendiri telah berlangsung sejak 19 Oktober 2026 dan hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Baca Juga: Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
Pemadaman melibatkan tim gabungan KPH Saddang II, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, TNI, dan Polri.
Berdasarkan data KPH Saddang II per 26 Oktober 2026, luas karhutla di Kabupaten Tana Toraja mencapai 400,13 hektare. Sementara di Kabupaten Toraja Utara, luas area yang terbakar tercatat 296 hektare.
Secara keseluruhan, berdasarkan data BPBD Sulawesi Selatan dan SiPongi Kementerian Kehutanan, luas kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 1.613,67 hektare.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso
-
Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual