Muhammad Yunus
Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:22 WIB
Angka kejadian kebakaran di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mencapai 402 kasus hingga 28 Oktober 2026 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kebakaran di Kota Makassar mencapai 402 kasus hingga 28 Oktober 2026, melampaui rekor tertinggi lima tahun terakhir.
  • Damkarmat Makassar menghadapi kendala keterbatasan personel, kendaraan operasional, posko, serta akses jalan permukiman yang sempit.
  • Pembakaran sampah tanpa pengawasan, cuaca panas, dan korsleting listrik menjadi pemicu dominan peningkatan kasus kebakaran tersebut.

Penempatan posko dapat mempertimbangkan wilayah kecamatan maupun radius jangkauan pelayanan.

Dengan posko yang tersebar lebih merata, petugas diharapkan dapat mencapai lokasi kebakaran lebih cepat, terutama di kawasan padat penduduk yang memiliki risiko kebakaran tinggi.

Namun, penambahan posko perlu dibarengi ketersediaan personel dan kendaraan operasional agar pelayanan berjalan efektif.

"Ketika ada penambahan posko, tentu harus dibarengi dengan penambahan personel. Bagaimana posko pemadam ini bisa lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kalau semakin dekat, masyarakat juga akan merasa lebih tenang," ujarnya.

Pembakaran sampah menjadi salah satu pemicu

Fadli menjelaskan, kebakaran lahan kosong dan pembakaran sampah tanpa pengawasan menjadi salah satu faktor yang mendominasi kejadian sepanjang 2026.

Kondisi cuaca panas dan musim kemarau turut meningkatkan risiko kebakaran, terutama pada lahan kosong, tumpukan sampah, dan kawasan permukiman padat.

Selain itu, kebakaran juga dapat dipicu korsleting listrik, kebocoran tabung gas, serta penggunaan kompor yang tidak disertai kewaspadaan.

Karena itu, Damkarmat mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah atau alang-alang tanpa pengawasan. Warga juga diminta memeriksa instalasi listrik secara berkala serta memastikan kompor dan tabung gas digunakan dengan aman.

Baca Juga: Awas Macet! Ini Daftar Lengkap Aksi Demo di Makassar Rabu 28 Oktober 2026

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati," katanya.

Akses sempit menghambat penanganan kebakaran

Selain keterbatasan sumber daya, petugas pemadam kebakaran juga menghadapi kendala akses menuju lokasi kejadian.

Sejumlah permukiman di Makassar memiliki jalan dan lorong sempit yang menyulitkan kendaraan pemadam menjangkau titik kebakaran.

Warga yang berkerumun di sekitar lokasi juga dapat menghambat pergerakan petugas.

Padahal, kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas dan menekan risiko kerugian material maupun korban jiwa.

Load More