- Kebakaran di Kota Makassar mencapai 402 kasus hingga 28 Oktober 2026, melampaui rekor tertinggi lima tahun terakhir.
- Damkarmat Makassar menghadapi kendala keterbatasan personel, kendaraan operasional, posko, serta akses jalan permukiman yang sempit.
- Pembakaran sampah tanpa pengawasan, cuaca panas, dan korsleting listrik menjadi pemicu dominan peningkatan kasus kebakaran tersebut.
Penempatan posko dapat mempertimbangkan wilayah kecamatan maupun radius jangkauan pelayanan.
Dengan posko yang tersebar lebih merata, petugas diharapkan dapat mencapai lokasi kebakaran lebih cepat, terutama di kawasan padat penduduk yang memiliki risiko kebakaran tinggi.
Namun, penambahan posko perlu dibarengi ketersediaan personel dan kendaraan operasional agar pelayanan berjalan efektif.
"Ketika ada penambahan posko, tentu harus dibarengi dengan penambahan personel. Bagaimana posko pemadam ini bisa lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kalau semakin dekat, masyarakat juga akan merasa lebih tenang," ujarnya.
Pembakaran sampah menjadi salah satu pemicu
Fadli menjelaskan, kebakaran lahan kosong dan pembakaran sampah tanpa pengawasan menjadi salah satu faktor yang mendominasi kejadian sepanjang 2026.
Kondisi cuaca panas dan musim kemarau turut meningkatkan risiko kebakaran, terutama pada lahan kosong, tumpukan sampah, dan kawasan permukiman padat.
Selain itu, kebakaran juga dapat dipicu korsleting listrik, kebocoran tabung gas, serta penggunaan kompor yang tidak disertai kewaspadaan.
Karena itu, Damkarmat mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah atau alang-alang tanpa pengawasan. Warga juga diminta memeriksa instalasi listrik secara berkala serta memastikan kompor dan tabung gas digunakan dengan aman.
Baca Juga: Awas Macet! Ini Daftar Lengkap Aksi Demo di Makassar Rabu 28 Oktober 2026
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati," katanya.
Akses sempit menghambat penanganan kebakaran
Selain keterbatasan sumber daya, petugas pemadam kebakaran juga menghadapi kendala akses menuju lokasi kejadian.
Sejumlah permukiman di Makassar memiliki jalan dan lorong sempit yang menyulitkan kendaraan pemadam menjangkau titik kebakaran.
Warga yang berkerumun di sekitar lokasi juga dapat menghambat pergerakan petugas.
Padahal, kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas dan menekan risiko kerugian material maupun korban jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar
-
Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat
-
850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan
-
Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat
-
Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Sore Ini