Muhammad Yunus
Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:57 WIB
Tawuran antar kelompok terjadi di Jalan Abu Bakar Lambogo Makassar, Rabu, 14 Oktober 2026. Perang tersebut turut melibatkan emak-emak [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Seorang pemuda tewas akibat sabetan senjata tajam dalam tawuran kelompok di Pasar Lelong Makassar pada 15 Oktober 2026.
  • Bentrokan antarwarga yang melibatkan emak-emak terjadi di Jalan Abu Bakar Lambogo menggunakan busur, batu, serta petasan.
  • Polisi menangkap sejumlah pelaku di Kecamatan Tallo setelah remaja diiming-imingi uang seratus ribu rupiah untuk menyerang lawan.

SuaraSulsel.id - Aksi tawuran atau perang kelompok menjadi sorotan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam beberapa hari terakhir, bentrokan terjadi di sejumlah lokasi dengan pemicu yang beragam.

Dampaknya pun serius. Mulai dari korban jiwa, tawuran yang melibatkan emak-emak, hingga remaja yang diduga diiming-imingi uang Rp 100 ribu untuk ikut menyerang kelompok lawan.

Rentetan kejadian ini memperlihatkan bagaimana perselisihan yang awalnya sepele bisa berkembang menjadi kekerasan berkelompok.

Bahkan, dalam salah satu kasus, persoalan uang Rp 30 ribu disebut menjadi awal perselisihan sebelum meluas menjadi tawuran yang melibatkan sejumlah remaja.

Berikut tiga kasus tawuran di Makassar yang bikin geleng-geleng kepala pekan ini.

1. Tawuran di Pasar Lelong Berujung Maut, Pemuda 22 Tahun Tewas

Tawuran antarkelompok di depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) atau Pasar Lelong, Kecamatan Mariso Makassar, berujung maut. Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026 dini hari.

Seorang pemuda bernama Aril alias Gimpe (22) meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka sabetan senjata tajam.

Baca Juga: Kabut Asap Kepung Makassar, Masker Gratis Mulai Dibagikan ke Sekolah-sekolah

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad mengatakan bentrokan tersebut melibatkan kelompok Rajawali Kokolo Jia dan Rajawali Rusun. Aril diketahui merupakan anggota kelompok Rajawali Kokolo Jia.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Stella Maris. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

"Meninggal di rumah sakit Stella Maris," kata Jafar, Kamis, 15 Oktober 2026.

Luka yang dialami Aril tersebar di sejumlah bagian tubuh, mulai dari jidat, pipi kanan, kepala, leher, punggung kiri, pinggang kiri, dada kanan, lengan kanan, hingga kaki kanan.

Kata Jafar, bentrokan diduga dipicu aksi anggota kelompok Kokolo Jia yang menggeber-geber sepeda motor di dekat anggota kelompok Rajawali Rusun.

Aksi tersebut memicu ketersinggungan hingga berujung saling serang.

Load More