Muhammad Yunus
Senin, 05 Oktober 2026 | 15:57 WIB
Sebanyak 20 pelajar di Kota Makassar ditangkap polisi diduga terlibat kasus pengeroyokan terhadap seorang pemuda hingga tewas [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemuda bernama Muh Akmal Makmur tewas akibat pengeroyokan di Makassar pada 4 Oktober 2026.
  • Polrestabes Makassar mengamankan 20 pelajar SMP yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
  • Korban diserang menggunakan parang dan busur setelah mengalami kecelakaan motor di lokasi kejadian.

Saat melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, tepat di depan Alfamart Arung Teko, dua sepeda motor yang ditumpangi sejumlah anggota kelompok korban terlibat kecelakaan.

Motor yang dikendarai Arif dengan membonceng Nizar dan Akmal bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Angga bersama Farel.

Akmal dan Farel berada dalam kondisi terjatuh setelah kecelakaan tersebut.

Di saat itulah, kelompok yang diduga berasal dari Maros melihat kecelakaan tersebut. Mereka kemudian berbalik arah dan kembali mendatangi kelompok korban.

Serangan kembali terjadi.

Kelompok tersebut diduga menyerang menggunakan parang dan busur. Akmal dan Farel yang masih berada dalam kondisi pascakecelakaan tidak sempat menyelamatkan diri.

Keduanya kemudian menjadi sasaran pengeroyokan.

Akmal mengalami luka robek pada bagian belakang kepala yang diduga akibat tebasan senjata tajam jenis parang.

Tak hanya itu, sebuah anak panah busur juga ditemukan masih menancap di bagian kepalanya.

Baca Juga: Begini Kualitas Udara Kota Makassar Senin 5 Oktober, Gubernur: Pakai Masker!

Nyawanya tak tertolong. Akmal meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, Farel mengalami luka berat.

Remaja berusia 16 tahun tersebut menderita luka robek pada bagian kepala dan punggung.

Farel hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RS dr Tadjuddin Chalid Makassar.

Polisi Masih Dalami Peran 20 Pelajar

Jenazah Akmal kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar sekitar pukul 05.08 Wita.

Load More