Muhammad Yunus
Senin, 05 Oktober 2026 | 15:57 WIB
Sebanyak 20 pelajar di Kota Makassar ditangkap polisi diduga terlibat kasus pengeroyokan terhadap seorang pemuda hingga tewas [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemuda bernama Muh Akmal Makmur tewas akibat pengeroyokan di Makassar pada 4 Oktober 2026.
  • Polrestabes Makassar mengamankan 20 pelajar SMP yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
  • Korban diserang menggunakan parang dan busur setelah mengalami kecelakaan motor di lokasi kejadian.

SuaraSulsel.id - Aksi brutal sekelompok remaja di Kota Makassar berujung maut.

Seorang pemuda tewas setelah menjadi sasaran pengeroyokan di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan.

Ironisnya, polisi mengamankan 20 anak yang seluruhnya masih berstatus pelajar SMP dalam kasus tersebut.

Korban tewas diketahui bernama Muh Akmal Makmur (24), warga Kecamatan Biringkanaya. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di lokasi kejadian pada Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 03.35 Wita.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jaffar Ahmad mengatakan 20 anak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan. Penyidik masih mendalami peran masing-masing dalam aksi tersebut.

"Ada 20 anak yang diamankan. Penyidik masih mendalami peranan masing-masing," kata Jaffar, Senin, 5 Oktober 2026.

Jaffar memastikan seluruh anak yang diamankan masih di bawah umur.

"Iya, anak di bawah umur semua. Pelajar SMP," ujarnya.

Berawal dari Dua Kelompok Remaja

Baca Juga: Begini Kualitas Udara Kota Makassar Senin 5 Oktober, Gubernur: Pakai Masker!

Peristiwa maut itu bermula beberapa jam sebelum Akmal ditemukan tewas.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sekitar pukul 02.00 Wita kelompok korban sedang berkumpul di Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya.

Situasi kemudian berubah ketika kelompok lain datang menggunakan sekitar 12 sepeda motor.

Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam berupa parang dan busur. Mereka diduga hendak menyerang kelompok korban.

Kelompok korban kemudian melakukan perlawanan. Mereka mengejar kelompok tersebut hingga ke arah Kabupaten Maros.

Namun, pengejaran itu justru berujung petaka.

Saat melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, tepat di depan Alfamart Arung Teko, dua sepeda motor yang ditumpangi sejumlah anggota kelompok korban terlibat kecelakaan.

Motor yang dikendarai Arif dengan membonceng Nizar dan Akmal bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Angga bersama Farel.

Akmal dan Farel berada dalam kondisi terjatuh setelah kecelakaan tersebut.

Di saat itulah, kelompok yang diduga berasal dari Maros melihat kecelakaan tersebut. Mereka kemudian berbalik arah dan kembali mendatangi kelompok korban.

Serangan kembali terjadi.

Kelompok tersebut diduga menyerang menggunakan parang dan busur. Akmal dan Farel yang masih berada dalam kondisi pascakecelakaan tidak sempat menyelamatkan diri.

Keduanya kemudian menjadi sasaran pengeroyokan.

Akmal mengalami luka robek pada bagian belakang kepala yang diduga akibat tebasan senjata tajam jenis parang.

Tak hanya itu, sebuah anak panah busur juga ditemukan masih menancap di bagian kepalanya.

Nyawanya tak tertolong. Akmal meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, Farel mengalami luka berat.

Remaja berusia 16 tahun tersebut menderita luka robek pada bagian kepala dan punggung.

Farel hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RS dr Tadjuddin Chalid Makassar.

Polisi Masih Dalami Peran 20 Pelajar

Jenazah Akmal kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar sekitar pukul 05.08 Wita.

Korban menjalani pemeriksaan forensik berupa visum et repertum dan autopsi untuk mengetahui secara medis penyebab kematiannya serta luka-luka yang dialami korban.

Sementara itu, polisi masih mendalami keseluruhan rangkaian kejadian tersebut. Termasuk motif penyerangan, asal kelompok yang terlibat, hingga peran masing-masing dari 20 anak yang telah diamankan.

Jaffar menegaskan, penyidik belum menetapkan peran masing-masing anak dalam kasus tersebut.

"Masih didalami di unit PPA," kata Jaffar.

Penyelidikan juga masih dilakukan untuk mengungkap secara utuh bagaimana aksi penyerangan antarkelompok remaja itu berakhir dengan tewasnya Akmal.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More