Muhammad Yunus
Kamis, 24 September 2026 | 17:28 WIB
PDAM Makassar menyiapkan langkah jangka panjang untuk memperkuat pasokan air baku dan menjaga kebutuhan air bersih masyarakat [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • PDAM Kota Makassar berencana membangun bendung karet di Sungai Tallo untuk memperkuat pasokan air bersih.
  • Proyek bendung karet ini bertujuan menahan air laut agar kadar padatan terlarut dalam air baku menurun.
  • Inisiatif tersebut diharapkan membuat operasional pompa di Intake Manggala dapat berjalan stabil selama dua puluh empat jam.

"Kalau jadi program kementerian untuk memasang bendung karet, saya secara pribadi dan secara teknis mengamati bahwa kita ambil dari Lekopancing," katanya.

Andi Syahrum menjelaskan, jarak sumber air dari Lekopancing menuju kawasan Moncongloe mencapai sekitar 20 kilometer.

Dalam perjalanan menuju Makassar, menurut dia, volume air yang dapat dimanfaatkan juga mengalami penyusutan sampai 40 persen.

Ia menambahkan, kebutuhan minimal air baku untuk mendukung pelayanan di kawasan utara dan timur Makassar berada di kisaran 300 liter per detik.

Dengan potensi suplai 600 liter per detik dari Sungai Tallo, kebutuhan tersebut dinilai memiliki ruang yang cukup untuk ditopang.

"Dulu Lekopancing sebelum ada Moncongloe itu 100. Sehingga utara, timur berteriak karena memang tidak sampai, tidak bisa sampai airnya ke sana. Tetapi kalau Intake Manggala ini bisa sampai 600," jelasnya.

Menurut Andi Syahrum, persoalan pelayanan air bersih di Makassar tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan sumber air baku.

Dia menyebut kapasitas sumber air yang tersedia pada dasarnya masih mencukupi, namun tantangan lainnya berada pada sistem jaringan distribusi dan kendala teknis pada pipa.

"Sebenarnya kebutuhan air, sumber air kita itu, air baku, mencukupi. Mencukupi, cuma jaringan yang di bawah ini laba-laba. Banyak jaringan di bawah ini tidak ada airnya, kosong," tuturnya.

Baca Juga: Darurat Kekeringan di Makassar: Warga Krisis Air Bersih

Karena itu, rencana bendung karet Sungai Tallo akan menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem air baku secara keseluruhan, mulai dari ketersediaan sumber, pengolahan, hingga distribusi kepada masyarakat.

Pemanfaatan Sungai Tallo juga diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengantisipasi penurunan debit sumber air utama ketika memasuki musim kemarau panjang.

"Adanya sumber air baku alternatif yang lebih dekat serta pengendalian intrusi air laut melalui bendung karet, kami yakini ketahanan pasokan air bersih masyarakat dapat diperkuat, terutama untuk menghadapi ancaman kekeringan pada tahun-tahun mendatang," tutup Andi Syahrum.

Load More