- Unit Jatanras Polrestabes Makassar menangkap enam pemuda geng motor yang sedang siaran langsung di TikTok pada Rabu malam, 23 September 2026.
- Para pelaku menculik dan menganiaya seorang pelajar berusia 17 tahun menggunakan parang serta busur di Jalan Boulevard pada Minggu dini hari, 13 September 2026.
- Korban berhasil melarikan diri ke minimarket untuk menyelamatkan diri, sementara keenam pelaku kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polrestabes Makassar.
SuaraSulsel.id - Asyik melakukan siaran langsung (live) di TikTok, seorang pemuda yang diduga menjadi bagian dari kelompok geng motor di Makassar justru berujung ditangkap polisi.
Pemuda tersebut merupakan satu dari enam terduga pelaku pengeroyokan seorang pelajar berusia 17 tahun yang terjadi di Makassar.
Polisi menyebut korban sebelumnya diculik dan dianiaya menggunakan parang, busur, hingga paku.
Enam terduga pelaku diamankan Unit URC Jatanras Polrestabes Makassar setelah polisi melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 13 September 2026 dini hari.
Korban saat itu sedang dibonceng temannya dan melintas di kawasan Jalan Ratulangi, Makassar.
Saat melintas, korban diduga bertemu dengan sekelompok pengendara sepeda motor yang merupakan anggota geng motor bernama Wanser.
Kelompok tersebut kemudian mengikuti korban hingga akhirnya membawa korban secara paksa menggunakan sepeda motor.
Korban dibawa menuju kawasan Antang. Dalam perjalanan, tepatnya di Jalan Boulevard, korban berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari sepeda motor yang ditumpanginya.
Baca Juga: Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum
Namun, upaya tersebut belum membuat korban terbebas. Polisi menyebut korban kembali dianiaya oleh para pelaku.
Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Sangkala mengatakan pihaknya masih mendalami peran masing-masing dari enam pemuda yang diamankan pada Rabu, 23 September 2026 malam.
"Masih kita dalami perannya masing-masing. Tapi salah satu dari pelaku yang ditangkap perannya jelas, dia menganiaya dengan cara menculik korban dan menusuk korban pakai panah yang ditancapkan di bagian punggung dan kaki," kata Sangkala, Kamis, 24 September 2026.
Selain menggunakan busur, salah satu pelaku lainnya diduga menyerang korban menggunakan parang.
Dalam kondisi terluka, korban akhirnya berhasil melarikan diri. Ia kemudian masuk ke sebuah minimarket untuk mencari perlindungan.
Polisi yang menerima informasi terkait kejadian tersebut kemudian melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, enam pemuda akhirnya diamankan di kawasan Jalan Dg Hayo, Kecamatan Manggala, Makassar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Helikopter BNPB Jatuh Saat Ambil Air di Sungai Barito
-
PLN Genjot Pembangunan Pembangkit Listrik Mesin Gas di Baubau
-
Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang
-
Pangdam Hasanuddin Gandeng Ormas dan Ojol Berantas Mafia TNI
-
Jenderal yang Menanggalkan Gelar Andi, Kini Bergelar Pahlawan Nasional