Muhammad Yunus
Rabu, 16 September 2026 | 12:28 WIB
Satgaspam TNI Angkatan Laut Bandara Juanda bersama BKHIT Jawa Timur menggagalkan upaya penyelundupan satwa ilegal melalui jalur udara di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Surabaya [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Petugas Avsec Bandara Juanda menggagalkan penyelundupan seekor anak kera dalam koper bagasi pada Minggu, 13 September 2026.
  • Warga Bulukumba berinisial MFS menyembunyikan satwa tersebut dalam penerbangan Lion Air rute Surabaya menuju Makassar.
  • Anak kera ilegal itu diamankan oleh BKHIT Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta laboratorium lebih lanjut.

MFS yang diketahui berasal dari Bulukumba tersebut tidak berada di lokasi ketika koper diperiksa. Satwa yang ditemukan kemudian diamankan petugas dan diserahkan kepada Karantina Hewan BKHIT Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan serta tindakan karantina.

Dokter hewan karantina selanjutnya melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak kera tersebut.

Petugas juga mengambil sampel darah untuk dilakukan pengujian di laboratorium. Pemeriksaan tersebut antara lain untuk mengetahui risiko penyakit hewan menular, termasuk rabies.

"Hasil pemeriksaan laboratorium masih dalam proses," kata Hudiansyah.

Karena hasil laboratorium belum keluar, kondisi kesehatan anak kera tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Hudiansyah mengatakan persoalan pengangkutan satwa bukan hanya berkaitan dengan status perlindungan satwa, tetapi juga menyangkut kesehatan, kesejahteraan, kelestarian, serta pemenuhan dokumen dan ketentuan yang berlaku.

Kera ekor panjang memang tidak secara otomatis masuk kategori satwa yang dilindungi. Namun, kondisi tersebut tidak berarti satwa dapat dibawa atau diperdagangkan secara bebas tanpa memperhatikan aturan.

"Status tidak dilindungi bukan berarti satwa tersebut boleh dieksploitasi, diperdagangkan, atau diangkut dengan cara yang mengabaikan kesejahteraan dan kelestariannya," tegas Hudiansyah.

Ia juga mengungkapkan nilai seekor kera ekor panjang untuk kebutuhan penelitian dapat mencapai sekitar 3.000-4.000 dolar AS per individu. Jika dikonversikan, nilainya sekitar Rp53 juta hingga Rp71 juta.

Baca Juga: Ari Lasso Jelaskan Kondisi Dalam Pesawat Garuda GA604 yang Alami Kerusakan Saat Mendarat

Dalam kasus ini, petugas masih melakukan penanganan terhadap satwa yang ditemukan. Anak kera tersebut rencananya akan mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More