Muhammad Yunus
Senin, 14 September 2026 | 15:26 WIB
Ilustrasi: Petugas SPBU di Ogan Ilir terbaring karena ditabrak bus [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pengusaha SPBU Sukardi Haseng menyatakan antrean panjang BBM di Makassar terjadi berhari-hari hingga Senin, 14 September 2026.
  • Lonjakan permintaan Pertalite disebabkan peralihan konsumen akibat perbedaan harga serta kepanikan warga menanggapi video kendaraan listrik Presiden Prabowo.
  • Untuk mengatasi antrean, SPBU menambah kapasitas dari sepuluh menjadi enam belas nozzle dan mengalihkan seluruhnya untuk Pertalite.

Kondisi tersebut membuat konsumen yang sebelumnya menggunakan Pertamax atau Dexlite beralih ke BBM bersubsidi.

"Ini lebih ke situasional karena ada perbedaan harga yang sangat tinggi antara subsidi dan nonsubsidi. Selama ini mungkin pakai Pertamax atau Dexlite, saat ada kenaikan, semua beralih ke subsidi," katanya.

Peralihan konsumen tersebut membuat beban SPBU meningkat dalam waktu singkat.

Pasokan yang biasanya dapat melayani pola pembelian normal kini harus menghadapi lonjakan permintaan dari konsumen yang berpindah ke Pertalite.

Pengusaha SPBU di Sulawesi Selatan, Sukardi Haseng menceritakan karyawannya kewalahan melayani antrean BBM yang terjadi di Kota Makassar [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

Video Presiden Prabowo

Faktor lain karena informasi mengenai kendaraan listrik yang beredar di tengah masyarakat.

Diketahui, beredar video pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi kendaraan listrik turut memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Di video itu, Prabowo bilang, dibandingkan dengan motor berbahan bakar bensin, pengeluaran motor listrik bisa 50 persen lebih hemat.

"Jadi nanti kalau ada yang masih pakai motor bensin, ya rasain sendiri."

Baca Juga: Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Kata Sukardi, sebagian masyarakat bisa menangkap informasi tersebut sebagai sinyal bahwa penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin akan semakin mahal atau dibatasi.

"Ada juga penyampaian selama ini, video yang beredar bahwa harus pakai kendaraan listrik, tunggu saja nanti. Wah, itu sangat besar dampaknya. Orang kira BBM akan naik, padahal belum," ujarnya.

Informasi yang beredar di media sosial itu pun membuat masyarakat panik dan memilih mengisi BBM lebih banyak sebagai langkah antisipasi.

"Jadi ada penyampaian video-video yang beredar, kalau tidak gunakan motor listrik tunggu nanti akan pusing sendiri. Coba bagaimana orang tidak panik," lanjutnya.

Bagi Sukardi, kondisi antrean panjang yang terjadi saat ini bukan hanya persoalan bagi pengendara.

Di balik deretan kendaraan yang mengular, ada pula petugas SPBU yang harus bekerja lebih lama dan pengelola yang harus mengubah pola pelayanan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan BBM.

Load More