- Kemarau panjang dan El Nino kuat memicu krisis air serta pemadaman listrik di Sulawesi Selatan.
- BMKG menyatakan operasi modifikasi cuaca belum dapat diterapkan di wilayah barat karena kelembapan udara belum memenuhi syarat.
- Pemerintah menyalurkan air melalui pipanisasi, sementara wilayah timur masih berpotensi dilakukan hujan buatan untuk waduk energi.
Artinya, meski pemerintah daerah membutuhkan hujan untuk mengatasi kekeringan, teknologi hujan buatan tidak dapat langsung digunakan apabila kondisi awan tidak mendukung.
Masih Ada Peluang di Wilayah Timur
Kondisi berbeda ditemukan di sejumlah wilayah Sulsel bagian timur.
Nasrol mengatakan wilayah Luwu, sebagian Wajo dan Toraja masih memiliki potensi yang memungkinkan untuk dilakukan OMC.
Salah satu sasarannya adalah membantu menambah pasokan air pada waduk yang berperan penting bagi sektor energi.
Wilayah tersebut termasuk kawasan yang berkaitan dengan sumber air untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Bakaru dan Danau Poso.
"Di wilayah timur, seperti di Luwu, sedikit di Wajo, Toraja untuk pengisian waduk-waduk seperti di PLTA Bakaru, Danau Poso itu masih memungkinkan untuk dilakukan OMC untuk kebutuhan energi kita," ujarnya.
Sementara untuk wilayah barat Sulsel, terutama daerah yang mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air untuk pertanian maupun permukiman, penanganan yang dilakukan saat ini lebih diarahkan pada distribusi air.
Salah satunya melalui pipanisasi untuk menyalurkan air dari sumber mata air menuju lahan pertanian dan permukiman.
Baca Juga: Listrik Sulsel Mulai Dipadamkan, Pemprov Sulsel Terima Laporan Penyebabnya
"Pipanisasi untuk lahan-lahan pertanian dan permukiman yang butuh air, untuk isi tangki dari pinggir-pinggir sumber mata air," katanya.
BMKG masih terus memantau pertumbuhan awan di sejumlah wilayah Sulsel. Jika ditemukan awan yang memenuhi persyaratan, penyemaian dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi atmosfer.
El Nino di Sulsel Sangat Kuat
Kondisi kekeringan yang terjadi tahun ini tidak hanya dipengaruhi oleh musim kemarau. BMKG menyebut fenomena El Nino turut memperkuat kondisi kering yang terjadi di Sulsel.
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Rekun Matandung mengatakan Sulsel saat ini berada pada periode puncak musim kemarau yang berlangsung sekitar Agustus hingga September.
Pada saat bersamaan, El Nino berada pada kategori kuat hingga sangat kuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari
-
Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?
-
Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean
-
15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8