- PT KIMA dan para pemangku kepentingan membahas pengelolaan air limbah serta kebersihan lingkungan kawasan industri.
- Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan air limbah PT KIMA telah memenuhi standar baku mutu yang berlaku.
- Masyarakat meninjau langsung fasilitas pengolahan limbah dan mendukung upaya kolaborasi menjaga kebersihan saluran air.
SuaraSulsel.id - Pengelolaan air limbah di Kawasan Industri Makassar (KIMA) menjadi perhatian dalam upaya menjaga kualitas lingkungan di sekitar kawasan industri.
Selain memastikan limbah industri memenuhi baku mutu, pengelolaan saluran air utama atau main waterway juga dinilai membutuhkan keterlibatan perusahaan, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Persoalan tersebut dibahas dalam pertemuan PT Kawasan Industri Makassar atau PT KIMA bersama masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan lingkungan.
Pertemuan melibatkan Lurah Kapasa Norman Edyanto, Lurah Daya Andhyka Agrianto, pengurus RT/RW, LPM Kapasa, perwakilan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku, perwakilan Mega Mutiara, serta warga Perumahan Mutiara Gading.
Forum tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai sistem pengelolaan air limbah di kawasan industri.
Limbah KIMA Diklaim Memenuhi Baku Mutu
PT KIMA menjelaskan, air limbah dari aktivitas industri di kawasan tersebut diolah melalui Wastewater Treatment Plant (WWTP) sebelum dialirkan keluar dari fasilitas pengolahan.
Sistem pengolahan tersebut disebut dirancang mengikuti standar dan ketentuan lingkungan hidup.
PT KIMA juga mengaku melakukan evaluasi dan perbaikan fasilitas secara berkala untuk menekan potensi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Baca Juga: Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata
Perwakilan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku Kementerian Lingkungan Hidup, Nurhayana, mengatakan pengelolaan air limbah PT KIMA telah mengikuti prosedur operasional dan standar baku mutu serta berada dalam pemantauan berkala.
Hasil pengujian melalui laboratorium yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional menunjukkan kualitas air pada outlet WWTP KIMA memenuhi baku mutu sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2010.
Namun, persoalan kualitas lingkungan di sekitar kawasan industri tidak hanya berkaitan dengan air limbah yang keluar dari WWTP.
Kepala Divisi Pengelolaan Lingkungan PT KIMA, Arief Fajar Kurniawan, mengatakan saluran utama atau main waterway di sekitar kawasan menerima aliran dari berbagai sumber.
Aliran tersebut tidak hanya berasal dari kawasan industri, tetapi juga aktivitas permukiman, kegiatan usaha, serta industri yang berada di luar kawasan KIMA.
Kondisi tersebut membuat pengelolaan kualitas lingkungan membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.
“Pengelolaan lingkungan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan kolaboratif,” kata Arief, Selasa 11 Agustus 2026.
Sampah di Saluran Air Jadi Tanggung Jawab Bersama
Selain pengolahan air limbah, kebersihan main waterway juga menjadi perhatian karena saluran tersebut berhubungan langsung dengan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan.
PT KIMA sejak 2024 menjalankan Gerakan Membersihkan Pekarangan Ta' (GEMPITA) setiap Jumat. Salah satu lokasi kegiatan berada di sepanjang main waterway.
Program tersebut diarahkan untuk mengurangi penumpukan sampah di saluran, menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
PT KIMA juga membuka peluang kolaborasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), termasuk merespons usulan masyarakat mengenai Gerakan Pembuatan Eco Enzyme.
Edukasi lingkungan bagi pelajar juga menjadi salah satu peluang kerja sama yang dibahas, termasuk pengenalan mengenai dunia industri dan kewirausahaan.
Langkah tersebut dinilai penting karena persoalan lingkungan di kawasan industri tidak dapat hanya dibebankan kepada pengelola kawasan.
Kondisi saluran air, sampah, aktivitas permukiman, dan kegiatan industri saling berkaitan sehingga membutuhkan pengawasan dan penanganan secara bersama.
Warga Tinjau Langsung Pengolahan Limbah
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat juga diberi kesempatan melihat langsung proses pengolahan air limbah di WWTP KIMA.
Ketua RT 05/RW 07 Biringromang, Kelurahan Kapasa, Mansur, mengatakan kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung kepada masyarakat mengenai proses pengolahan limbah sebelum dialirkan ke kanal.
“Kami mewakili masyarakat, setelah meninjau langsung proses pengolahan limbah, menyatakan bahwa limbah yang dibuang ke kanal memang telah diolah sebagaimana mestinya,” ujar Mansur.
Meski hasil pengujian menunjukkan air limbah pada outlet WWTP memenuhi baku mutu, pengelolaan lingkungan di kawasan industri tetap membutuhkan pengawasan berkelanjutan.
PT KIMA menyatakan akan terus mengevaluasi sistem pengelolaan lingkungan, meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan para tenant.
Sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa, PT KIMA menempatkan pengelolaan kawasan industri berkelanjutan sebagai proses yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Tantangannya bukan hanya memastikan air limbah dari kawasan industri memenuhi baku mutu, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan di sekitar kawasan agar tetap bersih, aman, dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Waspada! 4.144 Lembar Uang Palsu Ditemukan di Sulsel, Ini Cara Mengenalinya
-
Limbah PT KIMA Aman, Fakta Ini Mengejutkan Warga
-
Peternak Ayam Demo Besar-Besaran, Mentan Amran: Sebelum Demo Kami Sudah Teken SK Ini
-
Semangat Kemerdekaan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan dan Gerakkan Ekonomi di Pelosok Indonesia
-
Paramitha Hilang 2 Tahun Ternyata Dibunuh Sopir Travel dan Dibuat Jadi Tengkorak