- PT KIMA dan para pemangku kepentingan membahas pengelolaan air limbah serta kebersihan lingkungan kawasan industri.
- Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan air limbah PT KIMA telah memenuhi standar baku mutu yang berlaku.
- Masyarakat meninjau langsung fasilitas pengolahan limbah dan mendukung upaya kolaborasi menjaga kebersihan saluran air.
“Pengelolaan lingkungan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan kolaboratif,” kata Arief, Selasa 11 Agustus 2026.
Sampah di Saluran Air Jadi Tanggung Jawab Bersama
Selain pengolahan air limbah, kebersihan main waterway juga menjadi perhatian karena saluran tersebut berhubungan langsung dengan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan.
PT KIMA sejak 2024 menjalankan Gerakan Membersihkan Pekarangan Ta' (GEMPITA) setiap Jumat. Salah satu lokasi kegiatan berada di sepanjang main waterway.
Program tersebut diarahkan untuk mengurangi penumpukan sampah di saluran, menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
PT KIMA juga membuka peluang kolaborasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), termasuk merespons usulan masyarakat mengenai Gerakan Pembuatan Eco Enzyme.
Edukasi lingkungan bagi pelajar juga menjadi salah satu peluang kerja sama yang dibahas, termasuk pengenalan mengenai dunia industri dan kewirausahaan.
Langkah tersebut dinilai penting karena persoalan lingkungan di kawasan industri tidak dapat hanya dibebankan kepada pengelola kawasan.
Kondisi saluran air, sampah, aktivitas permukiman, dan kegiatan industri saling berkaitan sehingga membutuhkan pengawasan dan penanganan secara bersama.
Baca Juga: Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata
Warga Tinjau Langsung Pengolahan Limbah
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat juga diberi kesempatan melihat langsung proses pengolahan air limbah di WWTP KIMA.
Ketua RT 05/RW 07 Biringromang, Kelurahan Kapasa, Mansur, mengatakan kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung kepada masyarakat mengenai proses pengolahan limbah sebelum dialirkan ke kanal.
“Kami mewakili masyarakat, setelah meninjau langsung proses pengolahan limbah, menyatakan bahwa limbah yang dibuang ke kanal memang telah diolah sebagaimana mestinya,” ujar Mansur.
Meski hasil pengujian menunjukkan air limbah pada outlet WWTP memenuhi baku mutu, pengelolaan lingkungan di kawasan industri tetap membutuhkan pengawasan berkelanjutan.
PT KIMA menyatakan akan terus mengevaluasi sistem pengelolaan lingkungan, meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan para tenant.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam
-
Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas
-
Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong
-
HP di Selokan Ungkap Misteri Kerangka Manusia di Kebun Tebu Boalemo, Diduga Korban Pembunuhan
-
Harga Bensin Eceran di Gorontalo Utara Naik Ugal-ugalan Rp16.650 per Liter