Muhammad Yunus
Rabu, 29 Juli 2026 | 16:43 WIB
Sineas asal Makassar, Ichwan Persada menerima penghargaan Golden FEMI Film Festival di Bulgari [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Film independen SOLATA karya sutradara Ichwan Persada hanya meraih lima belas ribu penonton di bioskop Indonesia.
  • Sineas Ichwan Persada menerima penghargaan internasional Golden FEMI Film Festival di Sofia, Bulgaria, pada tanggal 6 Juni.
  • Film tentang pendidikan di Toraja tersebut mendapat apresiasi tinggi dan melanjutkan tur pemutaran ke berbagai negara Eropa.

Lewat cerita sederhana tentang pendidikan, keluarga, dan penerimaan, film itu justru berbicara dalam bahasa yang dipahami banyak orang. Termasuk mereka yang tidak mengenal Indonesia.

"Film ini sebenarnya tentang kegagalan dan bagaimana seseorang belajar menerima kembali kehidupannya. Nilai itu ternyata universal sehingga bisa diterima siapa saja," ujar Ichwan.

Setelah pemutaran di Bulgaria, tim SOLATA melanjutkan tur ke Bratislava Slovakia, Budapest Hungaria, hingga Ankara dan Istanbul Turki.

Di Bratislava dan Budapest, pemutaran khusus difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Ichwan mengaku tak menyangka film yang diproduksi dengan segala keterbatasan itu justru mendapat sambutan hangat dari masyarakat lokal.

"Saya sangat tersentuh melihat bagaimana apresiasi terhadap film ini. Mereka terkesan dengan nilai-nilai yang dibawa film ini meski berasal dari budaya yang sangat berbeda," katanya.

Bahkan salah seorang sutradara sekaligus sinematografer yang hadir di Bratislava menyatakan ketertarikannya untuk memproduksi film bersama di Indonesia.

Sementara di Budapest, seorang penonton bernama Marta yang merupakan bagian dari UNESCO Artist for Peace tak kuasa menahan air mata usai menyaksikan SOLATA.

Menurut Ichwan, momen-momen seperti itulah yang membuatnya kembali percaya pada kekuatan sinema.

Baca Juga: Gubernur Sulsel Ground Breaking Ruas Rantepao-Pangala-Baruppu

"Saya kira kekuatan film memang mampu menjangkau wilayah yang sebelumnya tidak bisa dijangkau. Orang yang tidak mengerti bahasa maupun budaya kita ternyata tetap bisa memahami emosi yang ada di dalam cerita."

Empat bulan bersama anak-anak Toraja

Kesuksesan itu tak datang begitu saja.

Ichwan menghabiskan hampir empat bulan di Toraja demi mempersiapkan produksi film tersebut.

Dua bulan pertama dihabiskan hanya untuk melatih enam anak yang menjadi pemeran utama.

Mereka bukan aktor profesional, melainkan anak-anak yang memang tinggal di wilayah Ollon.

Load More