- Sekretaris DPRD Bone Andi Muchlis berupaya membujuk korban selama tiga hari tiga malam untuk mediasi sejak 28 Juli 2026.
- Korban Yuli Nofita Sari melaporkan dugaan penganiayaan oleh Ketua DPRD Bone dan mengajukan sebelas saksi kepada pihak kepolisian.
- Terlapor Andi Tenri Walinonong membantah tudingan penganiayaan tersebut serta berencana melaporkan balik korban atas dugaan pencemaran nama baik.
"Begitu masuk ranah hukum, saya tidak ingin memberikan komentar yang bisa menimbulkan penafsiran lain. Jangan sampai ada satu kata yang keliru dan tidak bisa saya pertanggungjawabkan," katanya.
Soal CCTV
Dalam kesempatan yang sama, Andi Muchlis juga menyinggung keberadaan kamera pengawas (CCTV) di lingkungan DPRD Bone yang sempat menjadi sorotan.
Ia mengaku tidak pernah membuka rekaman CCTV sejak peristiwa itu terjadi hingga saat ini. Menurutnya, arah kamera juga tidak pernah berubah dan tetap menghadap ke area parkir.
"Saya tidak pernah mengaktifkan atau membuka rekamannya sejak kejadian sampai hari ini. Lampunya memang menyala, tetapi tidak pernah saya tampilkan di monitor. Mungkin kabel HDMI-nya yang bermasalah," ujarnya.
Ia juga mengaku tidak dapat memastikan apakah kamera tersebut mampu merekam area kantin yang disebut sebagai lokasi dugaan penganiayaan.
"CCTV itu tetap mengarah ke parkiran. Saya tidak tahu apakah sudut pengambilannya sampai ke kantin atau tidak," katanya.
Korban Ajukan 11 Saksi
Sebelumnya diberitakan Yuli Nofita Sari telah melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke polisi.
Baca Juga: Harta Ketua DPRD Bone Disorot, KPK: Kalau Tidak Benar Kami Tindak
Melalui kuasa hukumnya, Aly Arsandi, korban juga menyerahkan daftar 11 orang saksi yang berada di sekitar lokasi saat insiden terjadi.
"Ada 11 saksi yang diajukan klien kami kepada penyidik. Mereka seluruhnya akan dijadwalkan menjalani pemeriksaan," kata Aly.
Sebelas saksi tersebut masing-masing Andi Ikbal Baso (Kabag Fasilitasi DPRD), Andi Zulfikar Efendy (Kasubag Rumah Tangga DPRD), Andi Juanda Putra (ajudan Ketua DPRD), serta Andi Gugu, Anis, Accang, Hendra, Kasmir, Anti, Syarif, dan Andi Wardi.
Mereka diketahui berada di tempat kejadian perkara saat dugaan penganiayaan itu terjadi.
Sementara itu, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong membantah tudingan telah melakukan penganiayaan terhadap Yuli Nofita Sari.
Andi Tenri yang kini berstatus sebagai terlapor, bahkan menyatakan akan menempuh jalur hukum terhadap korban karena menilai tuduhan yang beredar telah mencemarkan nama baiknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Bupati Gowa Diperiksa Kasus Seragam Gratis Rp16 Miliar, Om Basri Belum Tersentuh?
-
KUR BRI Berperan dalam Pengembangan Gula Merah di Sumenep yang Kini Rambah Berbagai Daerah
-
Film Asal Toraja Ini Panen Pujian di Eropa
-
Misteri Dana Rp5 Miliar Penggusuran Lahan Laoli, DPRD Luwu Timur Tak Merasa Menganggarkan
-
Warga Semangat Dukung Program Pilah Sampah, Tempat Sampah Depan Rumah Malah Dicuri