- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi membentuk Dewan K3 pada tahun 2026 untuk memperkuat budaya keselamatan kerja secara menyeluruh.
- Lembaga ini memberikan saran strategis kepada pemerintah guna mencegah kecelakaan kerja di berbagai sektor industri hingga skala UMKM.
- Program pembinaan K3 menyasar pelajar sejak usia dini untuk menciptakan sumber daya manusia yang sadar akan prosedur keselamatan.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan potensi bahaya di lingkungan sekitar, seperti penggunaan listrik, benda tajam, hingga berbagai risiko yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Jayadi menjelaskan, pembinaan sejak dini penting dilakukan karena banyak lulusan SMK yang langsung memasuki dunia kerja, terutama pada sektor industri dan kelistrikan yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.
"Kenapa sejak dini? Agar mereka memahami bahaya listrik, penggunaan pisau, dan berbagai risiko lainnya. Apalagi lulusan SMK merupakan kelompok yang paling banyak langsung masuk ke dunia kerja," jelasnya.
Sebagai tahap awal, Dewan K3 akan menyelenggarakan program training of trainers (TOT) bagi guru bimbingan konseling (BK).
Pelatihan tersebut melibatkan pakar K3 dari perguruan tinggi, praktisi keselamatan kerja, serta perusahaan mitra seperti PLN.
Setelah mengikuti pelatihan, para guru akan menjadi agen edukasi keselamatan di sekolah masing-masing, sementara Dewan K3 melakukan pemantauan terhadap implementasi program tersebut.
Program pembinaan keselamatan kerja untuk usia dini ini bahkan telah mendapat apresiasi dari International Labour Organization (ILO) sebagai salah satu pelopor pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja sejak usia sekolah.
Melalui pembentukan Dewan K3, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap budaya keselamatan tidak hanya menjadi standar di dunia industri, tetapi juga menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan meningkatnya kesadaran sejak dini, angka kecelakaan kerja di masa depan diharapkan dapat ditekan sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang lebih siap memasuki dunia kerja dengan budaya kerja yang aman.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Sulsel Buka Akses Pendidikan Berkualitas bagi Anak Kurang Mampu
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045
-
Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar