- Munafri Arifuddin dan Ilham Arief Sirajuddin bersaing memperebutkan kursi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan.
- Steering Committee akan memverifikasi keabsahan surat dukungan untuk memastikan kesesuaian mekanisme partai sebelum Musda XI dilaksanakan.
- Musda XI Golkar Sulawesi Selatan dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli 2026 di Hotel Claro, Kota Makassar.
SuaraSulsel.id - Persaingan menuju kursi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan kian memanas.
Di tengah saling klaim dukungan antara dua bakal calon, Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulsel menegaskan seluruh surat dukungan yang masuk akan diverifikasi, termasuk apabila ditemukan dukungan ganda dari pemilik hak suara.
Sekretaris Steering Committee Musda Golkar Sulsel, Nasaruddin Upel mengatakan proses verifikasi merupakan bagian dari tahapan resmi penjaringan calon ketua.
Karena itu, setiap dokumen yang diserahkan akan diteliti untuk memastikan keabsahannya sesuai mekanisme partai.
"Itu akan diverifikasi keabsahannya yang mana yang sah. Surat dukungan itu harus ditandatangani basah dan berstempel, serta ditandatangani ketua dan sekretaris," kata Nasaruddin, Selasa, 14 Juli 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya isu dukungan ganda menjelang Musda Golkar Sulsel yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli 2026 di Hotel Claro Makassar.
Saat ini terdapat dua bakal calon yang telah mengambil formulir pendaftaran. Mereka adalah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi dan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Keduanya mengambil formulir pada Senin, 13 Juli 2026 melalui tim masing-masing.
Persaingan keduanya semakin menghangat setelah masing-masing kubu mengklaim telah mengantongi dukungan lebih dari 20 DPD kabupaten/kota maupun organisasi yang memiliki hak suara.
Baca Juga: Siap Rebut Kursi Ketua Golkar Sulsel, IAS Bawa Pasukan Besar ke Kantor DPD I
Nasaruddin menegaskan SC tidak akan berspekulasi terhadap klaim tersebut.
Ia bilang seluruh berkas pencalonan, termasuk surat dukungan akan diperiksa sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
"Nanti kalau ada masalah baru kita verifikasi. Semua berkas calon tentu akan diverifikasi, perlengkapannya dan lain sebagainya," ujarnya.
Ia menambahkan apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan dokumen yang dinilai tidak sesuai dengan aturan partai, SC akan melakukan pencocokan untuk memastikan dokumen yang sah.
"Kalau ada hal yang dianggap tidak sesuai aturan mekanisme partai, tentu kita akan lakukan pencocokan mana yang benar," katanya.
Meski memastikan mekanisme verifikasi telah diatur dalam tahapan Musda, Nasaruddin enggan mengungkap secara rinci bagaimana proses tersebut akan dilakukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari
-
Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?
-
Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean
-
15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8