- Polda Sulawesi Tenggara melacak aliran dana Rp7 miliar dari kasus penipuan umrah ilegal oleh PT Tajak Ramadhan Grup.
- Penyidik menetapkan dua tersangka serta menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang untuk memulihkan kerugian 218 calon jamaah.
- Polisi telah menyita aset rumah di Kendari dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna melacak seluruh aset para tersangka.
SuaraSulsel.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara Sultra) melacak aliran dana umrah ilegal PT Tajak Ramadhan Grup (TRG) senilai Rp7 miliar lewat penerapan Pasal Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Direktur Reskrimum Polda Sultra Kombes Pol Wisnu Wibowo di Kendari, mengatakan penerapan pasal TPPU ini merupakan komitmen penyidik untuk memaksimalkan penelusuran aset demi memulihkan kerugian materiil yang dialami oleh para korban.
"Hingga saat ini kami telah menerima lebih dari 13 laporan pengaduan dengan jumlah korban mencapai 218 orang jamaah calon umrah dan total kerugian berkisar Rp7 miliar," kata Wisnu Wibowo pada konferensi pers di Mapolda Sultra, Jumat (26/6).
Dalam penanganan kasus ini, Kepolisian telah menetapkan dua orang tersangka, yaitu IGM selaku kepala cabang travel umrah TRG dan AN selaku manajer. Selain dijerat pasal penipuan dan penggelapan, keduanya kini menghadapi dakwaan pencucian uang.
Wisnu menjelaskan penyidik telah berkoordinasi dengan otoritas perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna menelusuri aliran dana dan aset tersembunyi milik para tersangka yang berasal dari tindak pidana tersebut.
Saat ini, penyidik telah menyita satu unit rumah tipe 36 di Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, berdasarkan izin khusus penyitaan dari Pengadilan Negeri Kendari sebagai salah satu barang bukti TPPU.
"Kami ingin memberikan manfaat bagi para korban yang selama ini mempertanyakan ke mana uang mereka. Penanganan perkara ini akan kami tuntaskan secara profesional hingga seluruh proses hukumnya selesai," ujarnya..
Sementara itu, Kakanwil Kementerian Agama Sultra H. Muhammad Lalan Jaya mengapresiasi langkah cepat Ditreskrimum Polda Sultra dalam mengungkap perkara tersebut.
"Kami mengapresiasi pengungkapan kasus ini. Kami juga terus mengingatkan masyarakat, khususnya yang belum memiliki pengalaman melaksanakan ibadah ke luar negeri, agar berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah. Pastikan travel yang dipilih memiliki izin resmi dan dapat dicek melalui aplikasi SATU HAJI," sebutnya.
Baca Juga: Wali Kota Kendari Laporkan Suami ke Polisi
Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian menjelaskan pengungkapan kasus ini sebagai bagian dari tindak lanjut kebijakan pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah bersama Kepolisian Republik Indonesia yang resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Haji Ilegal sebagai langkah untuk memberikan perlindungan jamaah umrah dan haji dan menindak tegas praktik ilegal kasus penipuan oleh travel. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pelaku tindak pidana.
"Dalam penanganannya, penyidik juga menerapkan TPPU sebagai upaya Penyidik agar penegakan hukum yang dilakukan diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh para korban," ujarnya.
Iis mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran paket perjalanan umrah dan haji yg menawarkan biaya murah atau tawaran-tawaran lainnya yang mencurigakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 11 Polisi Diperiksa Propam
-
Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun
-
Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur
-
Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan
-
Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu