- Ribuan pegawai SPPG berunjuk rasa di Makassar pada 24 Juni 2026 menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.
- Aksi massa di DPRD Sulawesi Selatan tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas akibat penutupan akses jalan utama kota.
- Para pekerja cemas karena Badan Gizi Nasional akan melakukan evaluasi serta penataan ulang program yang mengancam pekerjaan.
Wakil Ketua Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari mengatakan pihaknya tengah menelaah data penerima manfaat secara menyeluruh sebagai dasar untuk melakukan penataan ulang program.
Menurutnya, pada periode sebelumnya seluruh SPPG memperoleh insentif dengan nominal yang sama, baik yang melayani 500 penerima manfaat maupun 1.500 penerima manfaat.
"Nanti setelah kita mengetahui jumlah riil penerima manfaat dari masing-masing SPPG, tentu akan ada penataan ulang. Bisa jadi ada beberapa SPPG yang digabungkan apabila jumlah penerima manfaatnya tidak terlalu banyak," ujar Agustina.
Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari proses refocusing dan efisiensi program agar anggaran yang tersedia dapat digunakan lebih optimal.
BGN juga berencana mengubah pola pemberian insentif yang selama ini hanya berorientasi pada jumlah produksi makanan.
Ke depan, kata Agustina, penilaian akan mempertimbangkan kualitas makanan, standar gizi, hingga keamanan pangan yang disajikan kepada para penerima manfaat.
"Kami akan evaluasi model insentifnya. Bukan hanya melihat berapa jumlah makanan yang dihasilkan, tetapi juga bagaimana kualitas makanan, standar gizinya, dan keamanan pangannya terpenuhi," katanya.
Meski demikian, rencana evaluasi tersebut justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja SPPG.
Mereka berharap pemerintah tetap mempertahankan keberlangsungan program sekaligus memastikan para pekerja yang selama ini menggantungkan hidup pada program tersebut tidak kehilangan mata pencaharian.
Baca Juga: Mahasiswa Makassar Sebut Program Makan Bergizi Gratis Ladang Korupsi
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Beban Infrastruktur Membengkak, Pemprov Sulsel Usul 360 Km Jalan Provinsi Jadi Jalan Nasional
-
Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Bank, Netizen Serbu Akun Direktur Utama BSI
-
Mengaku Ketua Panitia, Mahasiswa Unhas Lakukan Pelecehan Seksual Terancam Dipecat
-
Terancam PHK, Pekerja SPPG Kepung DPRD Sulsel: Jangan Hentikan Program MBG
-
Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Mulai Bidik Pengisian Kuota PT Makassar Toraja