Muhammad Yunus
Rabu, 24 Juni 2026 | 13:25 WIB
Pegawai SPPG dari sejumlah daerah menggelar aksi unjuk rasa di Kota Makassar, Rabu, 24 Juni 2026. Mereka mendesak pemerintah tetap melanjutkan Program MBG [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Ribuan pegawai SPPG berunjuk rasa di Makassar pada 24 Juni 2026 menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.
  • Aksi massa di DPRD Sulawesi Selatan tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas akibat penutupan akses jalan utama kota.
  • Para pekerja cemas karena Badan Gizi Nasional akan melakukan evaluasi serta penataan ulang program yang mengancam pekerjaan.

Wakil Ketua Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari mengatakan pihaknya tengah menelaah data penerima manfaat secara menyeluruh sebagai dasar untuk melakukan penataan ulang program.

Menurutnya, pada periode sebelumnya seluruh SPPG memperoleh insentif dengan nominal yang sama, baik yang melayani 500 penerima manfaat maupun 1.500 penerima manfaat.

"Nanti setelah kita mengetahui jumlah riil penerima manfaat dari masing-masing SPPG, tentu akan ada penataan ulang. Bisa jadi ada beberapa SPPG yang digabungkan apabila jumlah penerima manfaatnya tidak terlalu banyak," ujar Agustina.

Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari proses refocusing dan efisiensi program agar anggaran yang tersedia dapat digunakan lebih optimal.

BGN juga berencana mengubah pola pemberian insentif yang selama ini hanya berorientasi pada jumlah produksi makanan.

Ke depan, kata Agustina, penilaian akan mempertimbangkan kualitas makanan, standar gizi, hingga keamanan pangan yang disajikan kepada para penerima manfaat.

"Kami akan evaluasi model insentifnya. Bukan hanya melihat berapa jumlah makanan yang dihasilkan, tetapi juga bagaimana kualitas makanan, standar gizinya, dan keamanan pangannya terpenuhi," katanya.

Meski demikian, rencana evaluasi tersebut justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja SPPG.

Mereka berharap pemerintah tetap mempertahankan keberlangsungan program sekaligus memastikan para pekerja yang selama ini menggantungkan hidup pada program tersebut tidak kehilangan mata pencaharian.

Baca Juga: Mahasiswa Makassar Sebut Program Makan Bergizi Gratis Ladang Korupsi

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More