- Ibu Helmi dari Kota Makassar viral karena berjuang menafkahi keluarga saat suaminya sedang sakit selama enam bulan.
- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan bantuan sosial berupa dana santunan dan paket sembako pada Kamis, 11 Juni 2026.
- Pemerintah menegaskan penertiban di kawasan CPI bertujuan menjaga ketertiban publik tanpa bermaksud menghalangi warga mencari nafkah bagi keluarga.
SuaraSulsel.id - Beberapa hari terakhir, kisah Ibu Helmi, warga Jalan Rajawali, Kota Makassar, menyita perhatian publik.
Video yang memperlihatkan perjuangannya mencari nafkah demi menghidupi keluarga tersebar luas di media sosial dan mengundang simpati banyak orang.
Di balik kisah yang viral itu, tersimpan perjuangan sebuah keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.
Suami Ibu Helmi, Gassing Dg Lewa, telah sekitar enam bulan terakhir sakit dan tidak lagi mampu bekerja seperti biasanya.
Sejak saat itu, beban memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya pengobatan praktis berada di pundak Ibu Helmi bersama anaknya.
Perjuangan tersebut akhirnya sampai ke telinga Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Atas arahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Staf Khusus Gubernur, Achmad Hidayat, mendatangi langsung kediaman keluarga Ibu Helmi pada Kamis (11/6/2026) malam.
Kunjungan itu bukan sekadar silaturahmi. Pemerintah Provinsi Sulsel turut menyerahkan bantuan sosial kemasyarakatan berupa dana santunan dan paket sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi yang sedang dihadapi keluarga tersebut.
Bantuan diterima langsung oleh Ibu Helmi bersama suaminya yang masih dalam masa pemulihan, serta disaksikan oleh anak mereka.
Baca Juga: 100 Kader Posyandu Sulsel Dibekali 25 Keterampilan Dasar
Menurut Achmad Hidayat, kehadiran pemerintah merupakan wujud perhatian Gubernur Sulsel terhadap warga yang sedang menghadapi kesulitan hidup.
“Bapak Gubernur sangat peka terhadap kondisi masyarakat. Beliau memiliki empati yang besar kepada warga yang sedang mengalami musibah atau kesulitan.
Karena itu, beliau meminta kami hadir secara langsung untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan,” ujarnya.
Achmad menjelaskan, selama sang suami menjalani pengobatan dan tidak dapat bekerja, roda kehidupan keluarga tetap berputar berkat keteguhan Ibu Helmi dan anaknya yang berusaha mencari penghasilan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad juga menyampaikan penjelasan terkait langkah penertiban yang sebelumnya dilakukan aparat Satpol PP Pemprov Sulsel di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), lokasi yang sempat dikaitkan dengan kisah Ibu Helmi.
Ia menegaskan bahwa penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan fungsi kawasan publik, bukan untuk menghilangkan hak masyarakat dalam mencari nafkah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan
-
Pesan Terakhir Hasbiah Sebelum Virgo Transport 8 Tenggelam: 'Jaga Cucu-Cucuta'
-
Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora, Tegaskan Dukungan untuk Olahraga
-
Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang