- Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU Kota Makassar sejak pertengahan Juni 2026 akibat kelangkaan Biosolar.
- Kondisi antrean tersebut menyebabkan terganggunya operasional angkutan barang, penumpang, serta memicu kepadatan arus lalu lintas di jalan.
- Pertamina menyatakan pasokan aman, namun terjadi peningkatan permintaan karena konsumen beralih ke Biosolar demi pertimbangan ekonomi.
Menurut para sopir, kelancaran distribusi BBM subsidi sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas transportasi dan distribusi logistik.
Jika antrean terus terjadi, mereka khawatir pengiriman barang ke berbagai daerah juga akan ikut terdampak.
Selain menyulitkan pengemudi, antrean panjang kendaraan di SPBU juga memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Makassar.
Truk dan bus yang menunggu giliran mengisi BBM kerap memakan sebagian badan jalan sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sendiri memastikan pasokan Biosolar di Makassar dalam kondisi aman dan mencukupi.
Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto menjelaskan antrean yang terjadi bukan disebabkan oleh gangguan distribusi maupun masalah pasokan BBM.
Menurutnya, salah satu faktor yang memicu antrean adalah meningkatnya jumlah konsumen yang beralih menggunakan Biosolar.
"Berdasarkan hasil pemantauan kami, salah satu faktor yang berkontribusi adalah adanya peningkatan jumlah konsumen pada produk Biosolar. Kami melihat terdapat kecenderungan sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan Dexlite maupun Pertamina Dex beralih ke Biosolar karena pertimbangan ekonomi," kata Lilik.
Diketahui, harga Pertamax Turbo di Sulsel kini berada di angka Rp19.850 per liter, naik signifikan dari sebelumnya Rp13.350 per liter.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Apresiasi Polda dan TNI Bongkar Jaringan Penyelundup BBM Subsidi
Sementara, Pertamina Dex kini dibanderol Rp24.450 per liter dari sebelumnya Rp14.800, dan Dexlite naik menjadi Rp24.150 per liter dari Rp14.500.
Peralihan tersebut menyebabkan volume kendaraan yang mengisi Biosolar meningkat dibandingkan kondisi normal.
Akibatnya, stok yang tersedia di sejumlah SPBU lebih cepat tersalurkan sehingga memicu antrean pada jam-jam tertentu.
"Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kendala operasional maupun gangguan pasokan. Justru tingginya konsumsi Biosolar di beberapa SPBU membuat stok yang tersedia lebih cepat habis tersalurkan dibandingkan biasanya," jelasnya.
Meski demikian, Pertamina memastikan distribusi BBM terus berjalan dan pasokan untuk wilayah Makassar serta sekitarnya tetap dalam kondisi aman.
Penyaluran ke SPBU juga terus dilakukan sesuai kebutuhan untuk menjaga ketersediaan stok di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Elce Putri Bontong, Mantri BRI yang Buka Akses Perbankan di Toraja Utara
-
Latihan Pestapora Makassar Segera Digelar, Simak Cara Beli Tiket dan Nikmati Promo BRImo
-
Gubernur Sulsel Mulai Proyek Rp5,9 Miliar Demi Tuntaskan Banjir Luwu Utara
-
Pemprov Sulsel Ganti Rugi Lahan Bandara Bua Rp17,5 Miliar
-
Beli Sunscreen Wardah Online Original Hanya di Blibli, Cek Varian Sesuai Kulitmu