- Pemprov Sulawesi Tenggara mendistribusikan 11 ribu seragam sekolah gratis kepada siswa SMA, SMK, dan SLB di 17 kabupaten/kota.
- Program yang dilepas pada Senin (8/6) ini bertujuan meringankan beban finansial orang tua serta menekan angka putus sekolah.
- Bantuan diprioritaskan bagi siswa dari keluarga prasejahtera melalui data usulan sekolah dan surat keterangan tidak mampu setempat.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mendistribusikan sebanyak 11 ribu pasang seragam sekolah gratis untuk siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB di 17 kabupaten/kota sebagai upaya menekan angka putus sekolah.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Sultra Rony Yakub saat ditemui di Kendari, mengatakan bahwa program stimulan ini bertujuan untuk meringankan beban finansial orang tua murid menjelang tahun ajaran baru, sekaligus memicu motivasi belajar para siswa di daerah.
"Hari ini kita menyalurkan 11 ribu pasang seragam untuk siswa di 17 kabupaten dan kota. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berprestasi," kata Rony usai melepas pendistribusian seragam sekolah bagi para siswa di Sultra, Senin (8/6).
Rony menjelaskan, sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas dalam kepemimpinan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua.
Oleh karena itu, pengadaan seragam gratis ini akan dipertahankan sebagai agenda tahunan berdasarkan evaluasi data kebutuhan sekolah.
Guna mengantisipasi adanya ketidaksesuaian kuota di lapangan, Pemprov Sultra juga telah menyiapkan stok seragam cadangan yang nantinya disalurkan melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan di masing-masing wilayah.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Aris Badara menjelaskan bahwa teknis penyaluran di tingkat daerah akan dikawal sepenuhnya oleh KCD sebelum diserahkan ke pihak sekolah tujuan.
Aris mengakui kuota pengadaan seragam gratis pada tahun anggaran 2026 ini mengalami sedikit penurunan akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran daerah, namun pemerintah memastikan ketepatan sasaran penerima tetap terjaga.
"Kami berharap bantuan ini bisa diterima sebanyak mungkin siswa. Jika masih ada yang belum terakomodasi, tambahan seragam yang telah disiapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut," ujar Aris.
Baca Juga: Ironi Lulusan SMK di Sulsel: Disebut 'Siap Kerja', Tapi Dominasi Angka Pengangguran
Mengenai mekanisme penyaringan, Aris menegaskan bahwa seluruh penerima bantuan bersumber dari data usulan sekolah.
Skema prioritas ditujukan bagi siswa dari keluarga prasejahtera yang diperkuat dengan kepemilikan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari pihak pemerintah desa atau kelurahan setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar