Muhammad Yunus
Rabu, 20 Mei 2026 | 06:57 WIB
Sutrawati Kaharuddin menceritakan komunikasi terakhirnya dengan putranya, Andi Angga Prasadewa, relawan Rumah Zakat yang ditangkap Israel [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Relawan Rumah Zakat asal Makassar, Andi Angga Prasadewa, dilaporkan ditangkap pasukan Israel saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
  • Penangkapan terjadi di perairan dekat Siprus pada 18 Mei 2026 terhadap sembilan WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla.
  • Keluarga dan pihak Rumah Zakat mendesak pemerintah Indonesia untuk segera membantu membebaskan para relawan yang ditahan pasukan Israel.

SuaraSulsel.id - Sutrawati Kaharuddin masih berusaha tegar saat menceritakan komunikasi terakhirnya dengan sang putra, Andi Angga Prasadewa.

Angga adalah relawan Rumah Zakat asal Makassar yang dilaporkan ditangkap pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza, Palestina.

Percakapan terakhir itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, sekitar pukul 15.00 Wita.

Saat itu, Angga sempat memberi pesan yang kini terus terngiang di benak ibunya.

"Dia bilang kalau handphone-nya sudah tidak aktif berarti saya sudah ditangkap zionis," ujar Sutrawati dengan suara bergetar, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Sutrawati, putranya juga sempat mengatakan bahwa dirinya berada di zona kuning, sebuah kode yang menandakan situasi mulai tidak aman.

"Anak saya bilang dia sudah di zona kuning," katanya.

Kabar penangkapan Angga pertama kali diketahui Sutrawati melalui media sosial Instagram. Belakangan ia mengetahui bahwa pihak Rumah Zakat sebenarnya telah lebih dulu memberi kabar kepada adik Angga, hanya saja informasi itu belum langsung disampaikan kepadanya karena keluarga khawatir kondisi emosionalnya terguncang.

"Sebenarnya saya sudah punya firasat waktu chat saya ke Angga cuma centang satu. Dari situ saya mulai cari tahu sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Sosok Relawan Asal Makassar yang Ditangkap Pasukan Israel

Sutrawati mengaku sejak awal sebenarnya tidak mengizinkan putranya berangkat ke Gaza. Ia memahami risiko besar yang mungkin dihadapi para relawan kemanusiaan di wilayah konflik tersebut.

Namun, Angga terus berusaha meyakinkan keluarganya.

"Dia bilang ini panggilan hati, dia harus berangkat bersama teman-temannya. Dia bilang, 'Insya Allah doakan saja, Bunda'. Akhirnya saya mengiyakan," tuturnya.

Kini sebagai seorang ibu, Sutrawati hanya berharap pemerintah Indonesia dapat segera turun tangan membantu membebaskan anaknya.

"Saya mohon sekali pemerintah bisa menyelamatkan anak saya. Dia cuma aktivis kemanusiaan, niatnya tulus membantu warga Gaza. Dia berangkat hanya membawa makanan dan obat-obatan," harapnya.

Ia percaya apa yang dilakukan putranya merupakan tindakan kemanusiaan yang mulia.

Load More