- Rehan, siswa SMA Negeri 8 Pinrang, berhasil membobol sistem website Universitas Hasanuddin dalam waktu singkat pada 6 Mei 2026.
- Prestasi Rehan sebelumnya adalah masuk dalam Hall of Fame NASA setelah menemukan celah keamanan pada sistem lembaga tersebut.
- Universitas Hasanuddin memberikan apresiasi berupa golden ticket bagi Rehan untuk melanjutkan studi di Program Studi Teknik Informatika Unhas.
Ia menambahkan, Unhas akan terus membuka peluang strategis bagi mahasiswa berprestasi, termasuk akses ke program pengembangan kapasitas seperti double degree di luar negeri serta kolaborasi internasional.
Menurutnya, capaian yang diraih Rehan melalui proses belajar secara otodidak menjadi bukti bahwa potensi besar dapat tumbuh dari berbagai latar belakang.
Momentum ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, khususnya di bidang teknologi digital.
Sementara itu, Rehan mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan kepadanya. Ia menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengasah kemampuannya.
"Saya berterima kasih atas kesempatan ini. Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus belajar dan berkembang," kata Rehan.
Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu mengembangkan potensi diri, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
"Kalau punya bakat, terus dikembangkan. Jangan pesimis hanya karena keterbatasan, termasuk faktor ekonomi," ujarnya.
Rehan sudah tertarik pada dunia teknologi sejak kelas dua SMP. Ia belajar secara otodidak. Hanya mengandalkan aplikasi YouTube sebagai guru utamanya.
Dari koding dasar, ia kemudian beralih ke keamanan siber atau bug hunting. Awalnya semua ia lakukan hanya dengan ponsel.
Baca Juga: Siswa Pembobol Sistem Keamanan NASA Pilih Kuliah di Unhas
"Saya mulai dari HP dulu, baru kemudian punya laptop," katanya.
Di tengah keterbatasan, semangatnya tidak surut. Ia terus belajar, membaca, dan menonton berbagai kasus kebocoran data untuk memahami bagaimana celah keamanan bisa terjadi dan bagaimana menutupnya.
"Saya sering lihat kasus website bocor. Dari situ saya belajar cara memperbaikinya," ujarnya.
Keberanian Rehan juga diuji saat memutuskan ikut program VDP NASA. Awalnya ia bilang sempat ragu. Namun, ia berpegang pada satu prinsip. Tidak ada sistem yang benar-benar aman. Keyakinan itu yang akhirnya membawanya menemukan celah tersebut.
"Saya tahu tidak ada sistem digital yang benar-benar sempurna," katanya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
-
Rahasia Warga Sulsel Tetap Antusias Daftar Haji Meski Masa Tunggu Puluhan Tahun
-
Penantian 1 Tahun Berbuah Manis, Jurnal Al-Daulah UIN Alauddin Tembus Scopus