- Universitas Hasanuddin berkomitmen menjadi pusat unggulan program Makan Bergizi Gratis melalui inovasi pangan lokal di Indonesia Timur.
- Rektor Unhas menyatakan keterlibatan lintas fakultas untuk memproduksi bahan pangan mandiri guna mendukung keberhasilan program nasional tersebut.
- Badan Gizi Nasional menjadikan kampus sebagai laboratorium nyata untuk memperkuat rantai pasok pangan serta pengawasan gizi masyarakat.
Ia menekankan bahwa program ini lahir dari kepedulian terhadap masih banyaknya masyarakat yang belum mendapatkan akses pangan layak.
“Masih banyak saudara kita yang belum bisa makan dengan baik. Ini yang menjadi semangat utama program MBG,” ujarnya.
Menurutnya, melalui program ini, BGN membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk memberi masukan agar pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif. Salah satu bentuk kontribusi yang diharapkan adalah keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN), khususnya dari bidang kesehatan.
Nanik berharap Unhas dapat menjadi pelopor bagi kampus lain dalam mengoptimalkan peran MBG. “Kami berharap Unhas memelopori kampus-kampus lain agar MBG benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mendorong keterlibatan lintas sektor, termasuk BUMN melalui program CSR untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain itu, Nanik mengapresiasi kesiapan fasilitas dan sumber daya Unhas, termasuk laboratorium yang dapat membantu proses investigasi jika terjadi kejadian luar biasa dalam pelaksanaan program.
“Kami bahkan berharap laboratorium Unhas bisa membantu pengecekan jika terjadi kejadian menonjol keamanan pangan,” ujarnya.
Dalam paparannya, ia juga menyoroti dampak ekonomi dari program MBG yang mulai mendorong tumbuhnya industri pendukung, seperti peralatan rumah tangga dan rantai pasok pangan. “Uang bergerak di masyarakat, ini efek ekonomi yang sangat penting,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan masih adanya sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pasokan buah dan dominasi industri besar dalam penyediaan ayam. Karena itu, ia mendorong Unhas untuk memperkuat sektor peternakan dan pengembangan bahan baku lokal.
Baca Juga: Unhas Kampus Pertama Kelola MBG, Rektor: Ini Laboratorium Nyata Bagi Kami
“Kami berharap Unhas menjadi pusat pengembangan produk bahan baku MBG,” ujar Nanik.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung program tersebut.
“Kebutuhan SDM sangat besar, mulai dari pengawas gizi, akuntan, hingga ahli sanitasi lingkungan,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam memastikan keberhasilan program MBG sebagai upaya strategis peningkatan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Unhas Kampus Pertama Kelola MBG, Rektor: Ini Laboratorium Nyata Bagi Kami
-
Bukan Sekadar Aklamasi, Ini Alasan Mengapa Andi Amran Sulaiman Dipercaya Kembali Pimpin IKA Unhas
-
Basri Kinas Dorong Transformasi 'Blue Food', Laut Jadi Kunci Swasembada Pangan
-
Daftar 7 Program Studi Baru yang Akan Dibuka Unhas
-
Gubernur Sulsel Usul Skema Modal Tanpa Bunga
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!