Muhammad Yunus
Senin, 04 Mei 2026 | 07:40 WIB
Air Terjun Depa di Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulsel [SuaraSulsel.id/Humas Gowa]
Baca 10 detik
  • Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mengunjungi Air Terjun Depa di Kecamatan Bungaya pada Minggu, 3 Mei 2026.
  • Kunjungan tersebut bertujuan mempromosikan potensi wisata alam Bungaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
  • Pemerintah Kabupaten Gowa mengembangkan Kecamatan Bungaya sebagai destinasi wisata baru dalam konsep segitiga emas Sulawesi Selatan.

SuaraSulsel.id - Keindahan alam Air Terjun Depa kembali mencuri perhatian. Destinasi wisata yang berada di Kecamatan Bungaya ini disebut sebagai salah satu surga tersembunyi yang layak menjadi pilihan utama bagi pecinta wisata alam.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, secara langsung mengunjungi lokasi tersebut dalam rangka mendorong promosi potensi pariwisata daerah, Minggu (3/5).

Ia menilai, kawasan pegunungan Gowa menyimpan kekayaan alam yang belum sepenuhnya tereksplorasi.

“Gowa kaya akan destinasi wisata, khususnya di daerah pegunungan. Saya berada di Bungaya untuk mengunjungi Air Terjun Depa, salah satu tempat terindah di Gowa yang bisa kalian datangi ketika ingin berlibur,” ujarnya.

Air Terjun Depa menawarkan panorama alami dengan aliran air jernih yang jatuh di antara tebing dan rimbunnya pepohonan.

Suasana sejuk khas pegunungan Bungaya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan.

Tak hanya itu, dalam kunjungannya, Bupati juga menyambangi Hutan Pinus Bissoloro Valley Selow.

Kawasan ini menghadirkan hamparan hutan pinus yang asri, dilengkapi fasilitas glamping dan kafe yang nyaman untuk bersantai.

Menurutnya, Kecamatan Bungaya memiliki karakter kuat sebagai destinasi wisata alam, mulai dari air terjun hingga hutan pinus yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Baca Juga: 9 Hari Disandera Perompak Somalia, Kapten Kapal Honour 25 Asal Gowa Sebut Logistik Menipis

“Jika ingin menikmati wisata hutan pinus, Kecamatan Bungaya bisa menjadi salah satu pilihan saat berkunjung ke Gowa,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Gowa berharap promosi yang terus digencarkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa, Ary Mahdin Asfari, menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata dilakukan dengan dua fokus utama.

Pertama, kawasan Tinggimoncong yang diarahkan sebagai wilayah pariwisata berkelanjutan, dengan penekanan pada pelestarian lingkungan, pengelolaan limbah, dan penghijauan.

Air Terjun Depa di Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulsel [SuaraSulsel.id/Humas Gowa]

Kedua, Kecamatan Bungaya yang didorong menjadi kawasan pengembangan destinasi baru, termasuk dalam konsep “segitiga emas” pariwisata Sulawesi Selatan bersama Jeneponto dan Takalar.

“Kami terus berkomitmen mendorong pembangunan wisata baru yang dapat berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Load More