- Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan memastikan kuota sekolah tahun ajaran 2026/2027 mencukupi seluruh calon siswa di Kota Makassar.
- Sistem verifikasi data kependudukan kini terintegrasi secara digital untuk mencegah praktik manipulasi kartu keluarga dalam proses zonasi.
- Pelaksanaan pendaftaran penerimaan siswa baru jenjang SMA dan SMK di Sulawesi Selatan dijadwalkan mulai Juni hingga Juli 2026.
SuaraSulsel.id - Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kota Makassar tidak lagi diwarnai polemik seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, jumlah kursi yang tersedia disebut melebihi jumlah calon siswa.
Tim Teknis SPMB Disdik Sulsel, Muliayama Tanjung menegaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi proses penerimaan tahun ini. Pasalnya, daya tampung yang disiapkan pemerintah dinilai sangat mencukupi.
"Makassar kan setiap tahun selalu ribut, soal kuota, soal jarak, dan lain-lain. Tahun ini tidak ada alasan untuk itu. Jangan panik, semua tertampung," ujar Muliayama, Kamis, 23 April 2026.
Secara keseluruhan, jumlah calon murid untuk tahun pelajaran 2026/2027 di Sulawesi Selatan mencapai 142.613 orang.
Sementara total daya tampung yang disiapkan mencapai 147.744 kursi. Terdiri dari 85.752 kursi untuk SMA dan 61.992 kursi untuk SMK.
Khusus Kota Makassar, jumlah calon siswa tercatat sebanyak 22.475 orang. Adapun daya tampung yang disediakan mencapai 26.568 kursi.
Artinya, terdapat kelebihan sekitar 4.093 kursi atau 114 kelas yang berpotensi tidak terisi.
"Jadi secara hitungan kursinya lebih banyak dari jumlah calon siswa. Tidak ada alasan lagi tidak tertampung," tegasnya.
Meski demikian, Muliayama mengingatkan bahwa kunci utama agar seluruh calon siswa dapat tertampung adalah tidak terlalu selektif dalam memilih sekolah.
Baca Juga: Stadion Sudiang Siap Berdiri! Intip Megahnya Calon Kandang Baru Kebanggaan Sulsel
"Kuncinya satu, jangan pilih-pilih sekolah. Kalau mau semua tertampung, jangan hanya fokus di sekolah tertentu saja," katanya.
Hingga Kamis, 23 April 2026 siang, jumlah calon siswa yang telah melakukan pra pendaftaran SPMB tercatat sebanyak 140.012 orang.
Dari jumlah tersebut, 673 di antaranya merupakan penyandang disabilitas, 3.354 berasal dari luar daerah, serta ditemukan 140.007 data kartu keluarga (KK) yang berbeda.
Temuan tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Dinas Pendidikan. Muliayama menyebut praktik perubahan KK masih kerap terjadi demi mengakali sistem zonasi.
"Ini karena mereka mengubah KK saat masuk SMP untuk bisa sekolah di tempat yang diinginkan, lalu diubah lagi saat mau daftar SMA. Tapi sekarang semua terdeteksi," jelasnya.
Ia menegaskan, sistem verifikasi saat ini telah terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD), sehingga perubahan data, terutama yang dilakukan dalam waktu singkat akan langsung teridentifikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari
-
Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?
-
Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean
-
15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8