- Ikan sapu-sapu yang awalnya ikan hias kini menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan tawar di Indonesia.
- Populasi ikan sapu-sapu yang invasif mendominasi perairan alami dan merugikan nelayan akibat hilangnya hasil tangkapan ikan asli.
- Universitas Muslim Indonesia menyarankan pengolahan ikan sapu-sapu menjadi pakan ternak bernilai ekonomi guna mengurangi populasi di perairan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan tim Universitas Muslim Indonesia di Danau Tempe, ikan sapu-sapu ternyata memiliki potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan.
Hasil analisis menunjukkan ikan ini dapat diolah menjadi bahan baku pakan atau tepung ikan.
“Bagus kandungan protein dan asam aminonya,” jelas Tamsil.
Bahkan, ikan sapu-sapu juga sangat cocok dijadikan pakan untuk ternak bebek karena proses pengolahannya relatif lebih sederhana.
Karena itu, Tamsil mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuang atau mengubur ikan sapu-sapu yang tertangkap.
“Jangan dikubur,” katanya.
Ia menjelaskan, cara pengolahannya cukup mudah. Ikan sapu-sapu dijemur terlebih dahulu hingga kering, kemudian diolah menjadi tepung pelet.
Tepung tersebut bisa menjadi sumber protein untuk berbagai komoditas budidaya seperti ikan nila, udang, kepiting, hingga ikan mas.
Menurut Tamsil, pemanfaatan seperti ini bukan hanya membantu mengurangi populasi ikan sapu-sapu di perairan, tetapi juga memberi peluang ekonomi baru bagi nelayan dan pelaku budidaya perikanan.
Baca Juga: Peneliti Ungkap Alasan Ilmiah Ikan Hiu 'Nongkrong' di Pesisir Makassar
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes
-
SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai
-
JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!
-
Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan
-
Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan