Tasmalinda
Minggu, 19 April 2026 | 17:57 WIB
Detik-detik Nus Kei diserang di Bandara, sempat diselamatkan tapi nyawanya tak tertolong.
Baca 10 detik
  • Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, tewas akibat serangan senjata tajam di Bandara Karel Sadsuitubun.
  • Peristiwa penikaman tersebut terjadi pada siang hari saat korban berada di area bandara yang memiliki pengamanan.
  • Aparat kepolisian telah mengamankan dua orang terduga pelaku dan sedang menyelidiki motif di balik aksi tersebut.

SuaraSulsel.id - Suasana yang semula biasa di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, mendadak berubah menjadi kepanikan. Di tengah lalu lalang penumpang, serangan brutal terjadi begitu cepat tanpa banyak tanda, tanpa peringatan.

Korban dalam peristiwa itu adalah Nus Kei, tokoh politik lokal yang menjabat sebagai Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara. Ia diserang oleh orang tak dikenal saat berada di area bandara, sebuah lokasi yang selama ini identik dengan pengamanan ketat.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, peristiwa terjadi pada siang hari. Nus Kei disebut baru saja berada di area bandara ketika pelaku mendekat.

Dalam hitungan detik, pelaku langsung melancarkan serangan menggunakan senjata tajam. Situasi berubah kacau. Sejumlah saksi di lokasi sempat terkejut dan tidak sempat mencegah aksi tersebut.

Korban mengalami luka serius akibat tikaman yang mengenai bagian vital tubuhnya.

Usai kejadian, warga dan petugas yang berada di sekitar lokasi bergerak cepat memberikan pertolongan. Nus Kei segera dievakuasi dari lokasi kejadian menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Upaya penyelamatan sempat dilakukan secara intensif. Namun luka yang dialami korban terlalu parah.

Nyawa Nus Kei akhirnya tidak tertolong.

Kabar meninggalnya korban langsung menyebar luas dan memicu duka serta keterkejutan, terutama di kalangan politik daerah.

Baca Juga: Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel

Penikaman ini terjadi di area bandara, ruang publik yang seharusnya memiliki sistem keamanan berlapis. Fakta bahwa serangan bisa terjadi di lokasi tersebut memunculkan banyak pertanyaan.

Bagaimana pelaku bisa dengan leluasa melakukan penyerangan? Apakah ada celah dalam pengawasan?

Pertanyaan-pertanyaan ini kini mulai mengemuka di tengah masyarakat. Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian langsung bergerak cepat. Dua orang yang diduga terlibat dalam penikaman tersebut telah diamankan.

Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik serangan tersebut, termasuk kemungkinan adanya latar belakang tertentu di balik aksi nekat di ruang publik itu.

Peristiwa ini bukan sekadar tragedi kriminal biasa. Waktu kejadian yang berdekatan dengan agenda penting partai membuat kasus ini semakin menyita perhatian.

Apakah ini murni aksi kekerasan spontan, atau ada sesuatu yang lebih besar di baliknya?

Load More