Muhammad Yunus
Selasa, 24 Maret 2026 | 10:30 WIB
Warga merekam kawanan hiu penjemur yang melintas di perairan dekat pelabuhan kota Makassar, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kawanan hiu terlihat di perairan Makassar pada Minggu sore, 22 Maret 2026, memicu kepanikan warga.
  • BPBD Makassar menyisir lokasi dan menyatakan perairan aman setelah tidak menemukan hiu lagi.
  • Diduga hiu tersebut adalah hiu penjemur yang tidak berbahaya, kemungkinan sedang dalam pola migrasi.

SuaraSulsel.id - Kemunculan kawanan hiu di perairan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mendadak viral di media sosial.

Video yang memperlihatkan sirip-sirip hiu muncul di permukaan laut itu memicu kepanikan warga terutama mereka yang kerap beraktivitas di kawasan pesisir.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu sore, 22 Maret 2026, sekitar pukul 16.00 Wita di perairan antara Pulau Laelae dan Dermaga Kayu Bangkoa.

Video itu direkam oleh seorang warga bernama Putra saat tengah mengemudikan perahu.

Saat itu, Putra sedang mengantar penumpang dari Pulau Laelae menuju daratan Makassar.

Menanggapi laporan warga dan viralnya video tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar langsung turun tangan.

Tim diterjunkan untuk melakukan patroli dan penyisiran di lokasi kemunculan hiu.

Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar mengatakan pihaknya melakukan pemantauan intensif selama hampir enam jam di sejumlah titik yang dilaporkan warga.

"Tim kami sudah melakukan patroli dan menyisir lokasi berdasarkan laporan masyarakat," kata Fadli, Selasa, 24 Maret 2026.

Baca Juga: Hangatnya Silaturahmi Idulfitri: Appi-Danny Bahas Sinergi Pembangunan Makassar

Meski telah dilakukan pencarian secara menyeluruh, tim tidak lagi menemukan keberadaan hiu di lokasi tersebut. Kondisi perairan pun dinyatakan kembali aman.

Berdasarkan ciri-ciri yang terekam dalam video, Fadli menyebut hiu tersebut diduga merupakan hiu penjemur atau basking shark.

Jenis hiu ini dikenal berukuran besar, namun tidak berbahaya bagi manusia.

"Masyarakat mungkin panik karena mendengar kata hiu. Tapi dari cirinya, ini jenis yang tidak agresif dan tidak menyerang manusia," jelasnya.

Ia menduga kemunculan hiu tersebut merupakan bagian dari pola migrasi alami dari perairan Australia menuju wilayah lain. Hiu tersebut kemungkinan hanya melintas di perairan Makassar.

Fadli pun mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap berhati-hati saat beraktivitas di laut.

Awalnya Dikira Batang Pohon

Putra mengaku saat mendekati dermaga, ia melihat benda mengapung yang awalnya dikira batang kayu hanyut.

"Awalnya saya kira batang pohon, karena memang sering ada kayu hanyut di laut. Jadi saya coba hindari," ujar Putra.

Namun, kecurigaannya muncul ketika benda tersebut terlihat bergerak naik turun di permukaan air.

Saat ia memperhatikan lebih dekat, ternyata benda itu adalah seekor hiu.

Tak hanya satu, Putra kemudian melihat dua hiu lainnya muncul ke permukaan.

"Pas saya hindari saya lihat kok bergerak. Tidak lama kemudian muncul lagi dua, jadi total ada tiga. Saya lihat ada siripnya, bentuknya seperti hiu," katanya.

Meski sempat penasaran, Putra tetap menjaga jarak sekitar 10 hingga 15 meter dari kawanan hiu tersebut.

Ia mengaku baru pertama kali melihat fenomena seperti itu di perairan tersebut.

"Kalau lumba-lumba sering ada di sini, tapi ini beda. Mulutnya besar sekali. Ini pertama kali saya lihat," ujarnya.

Video yang direkam Putra kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Sebagian warga mengaku khawatir karena kawasan tersebut kerap digunakan untuk berenang, terutama pada pagi hari.

Raksasa Laut yang Jinak

Hiu penjemur dikenal sebagai salah satu ikan terbesar di dunia, hanya berada di bawah hiu paus dalam hal ukuran.

Spesies ini dapat tumbuh hingga panjang sekitar 12 meter dengan berat mencapai lebih dari 5 ton.

Meski berukuran raksasa, hiu penjemur tergolong hewan yang bergerak lambat dan bersifat pasif.

Mereka tidak memangsa manusia, melainkan memakan plankton dengan cara menyaring air laut menggunakan insangnya.

Dalam satu jam, hiu penjemur mampu menyaring ribuan ton air laut untuk mendapatkan makanan berupa zooplankton.

Karena kebiasaannya berenang di dekat permukaan dengan mulut terbuka lebar, keberadaannya sering kali terlihat mencolok.

Spesies ini juga bersifat kosmopolitan, yang berarti dapat ditemukan di berbagai samudra hangat di dunia. Namun, populasinya kini terancam akibat perburuan di masa lalu.

Hiu penjemur pernah diburu untuk diambil minyak, daging, sirip, dan hati yang kaya vitamin.

Meski praktik tersebut kini telah berkurang, ancaman terhadap spesies ini masih ada, terutama dari perdagangan sirip hiu.

Kemunculan hiu penjemur di perairan Makassar menjadi fenomena langka yang jarang terjadi.

Meski tidak berbahaya, kehadiran hewan berukuran besar ini tetap perlu disikapi dengan kewaspadaan.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More