- Seorang pria bernama Ali (35) menyiram mantan kekasihnya (U, 38) dengan air keras pada Senin (16/3/2026) di Makassar karena penolakan rujuk.
- Pelaku sengaja datang dari Papua membawa bahan berbahaya dan menyerang korban melalui jendela kamar tidurnya saat korban lengah.
- Ali ditangkap aparat kepolisian pada Selasa dini hari (17/3/2026) dan dijerat pasal penganiayaan berat terencana dengan ancaman 12 tahun penjara.
SuaraSulsel.id - Berawal dari hubungan yang kandas, seorang pria di Makassar nekat menyiram mantan kekasihnya dengan air keras.
Aksi tersebut dipicu rasa sakit hati setelah pelaku ditolak untuk rujuk.
Pelaku bernama Ali (35) kini telah diamankan aparat kepolisian setelah melakukan penganiayaan berat terhadap korban berinisial U (38).
Korban mengalami luka bakar serius di hampir seluruh bagian tubuhnya.
Kondisi ini membuat korban harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
"Korbannya masih dirawat di rumah sakit karena mengalami luka serius. (Luka) hampir di sekujur tubuhnya. Kami belum bisa mengambil keterangan secara intensif," ujar Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latif, Kamis, 19 Maret 2026.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan yang dipicu oleh relasi personal yang tidak sehat.
Polisi menegaskan bahwa tindakan pelaku merupakan bentuk penganiayaan berat yang direncanakan. Mengingat ia datang dari luar daerah dan membawa bahan berbahaya untuk melukai korban.
Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik guna melengkapi berkas perkara.
Baca Juga: Apakah Besok Pemerintah Lebaran? Kemenag Sulsel Pantau Hilal 1 Syawal 1447 H di Unismuh Makassar
Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya unsur perencanaan lain dalam aksi tersebut.
"Dia sengaja datang jauh-jauh dari Papua. Sedang kita dalami unsur (perencanaan)," tambahnya.
Latif mengungkapkan motif utama pelaku adalah sakit hati setelah hubungan asmara mereka kandas.
Pelaku disebut tidak terima diputuskan oleh korban, meski hubungan tersebut telah berakhir sejak enam bulan lalu.
"Pelaku diamankan terkait penganiayaan dengan cara menyiramkan air keras kepada korban. Berdasarkan pengakuannya, dilatarbelakangi rasa sakit hati karena diputuskan," ujarnya.
Peristiwa tersebut bermula terjadi pada Senin malam, 16 Maret 2026 di rumah korban yang berlokasi di Jalan Deppasawi Dalam, Kecamatan Tamalate.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Siap Kerja! Kolaborasi Hino dan SMKN 5 Makassar Perkuat Kompetensi Siswa
-
Warga Makassar, Saatnya Wujudkan Impian Punya Rumah dan Kendaraan Lewat BRI Consumer Expo 2026
-
Ayah Asyik Nonton Piala Dunia, Anak Tewas Terjebak Kebakaran
-
Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Lawan Kejati: Kenapa Saya, Bukan Kepala Dinas?
-
Jeratan Rentenir di Tengah Krisis Iklim: Nasib Perempuan, Lansia, dan Disabilitas