Muhammad Yunus
Minggu, 15 Maret 2026 | 10:13 WIB
Sejumlah pemudik mulai memadati Bandara Sultan Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar pada H-8 Lebaran 2026 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Bandara Sultan Hasanuddin UPG memproyeksikan 557.229 penumpang Lebaran 2026, naik 5,6% dibanding tahun lalu.
  • Puncak arus mudik bandara tersebut diprediksi pada H-3 Lebaran (18 Maret 2026) dan puncak arus balik H+6 (28 Maret 2026).
  • Pelindo Regional 4 memprediksi pelabuhan Indonesia Timur melayani 882.620 penumpang, meningkat 5% dari tahun sebelumnya.

SuaraSulsel.id - PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG) memproyeksikan lonjakan pergerakan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Selama masa operasional posko Lebaran, bandara ini diperkirakan akan melayani sebanyak 557.229 penumpang.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 5,6 persen dibandingkan periode angkutan Lebaran tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 527.610 penumpang.

Selain peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga diperkirakan mengalami kenaikan.

Selama periode Angkutan Lebaran, pergerakan pesawat diproyeksikan mencapai 3.954 penerbangan.

Berdasarkan proyeksi operasional bandara, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026.

Pada hari tersebut, jumlah pergerakan penumpang diperkirakan mencapai sekitar 37.344 orang dalam satu hari.

Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+6 Lebaran atau 28 Maret 2026.

Pada periode tersebut, jumlah penumpang diperkirakan mencapai sekitar 39.225 orang, seiring berakhirnya masa libur Lebaran dan kembalinya masyarakat ke kota tujuan masing-masing.

Baca Juga: ASN Kemenag Dilarang Keras Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

Untuk memastikan kelancaran operasional selama periode tersebut, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyiagakan sebanyak 1.254 personel.

Personel tersebut terdiri atas petugas internal PT Angkasa Pura Indonesia serta dukungan unsur eksternal dari TNI, Polri, Otoritas Bandara, maskapai penerbangan, ground handling, dan berbagai instansi terkait lainnya.

Seluruh personel akan bertugas mendukung pengawasan operasional penerbangan, pelayanan penumpang, serta pengamanan kawasan bandara selama periode Angkutan Lebaran berlangsung.

Kesiapan operasional juga diperkuat melalui optimalisasi berbagai fasilitas baik di sisi udara (airside) maupun sisi darat (landside).

Pada sisi airside, pengelola bandara melakukan pengecekan menyeluruh terhadap runway, taxiway, apron, serta fasilitas keselamatan dan navigasi penerbangan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas berada dalam kondisi siap operasi.

Load More