- Kejari Luwu menahan lima tersangka, termasuk kader Golkar Muhammad Fauzi dan Zulkifli, kasus korupsi program irigasi P3-TGAI 2024.
- Para tersangka diduga meminta uang antara Rp31,5 juta hingga Rp35 juta kepada kelompok tani sebagai syarat bantuan irigasi.
- Penahanan lima tersangka dilakukan di Lapas Palopo selama 20 hari untuk memfasilitasi penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan dana aspirasi DPR.
Permintaan itu kemudian diteruskan kepada sejumlah pihak yang bertugas menghimpun kelompok tani.
Dalam proses tersebut, para kelompok tani diminta menyetorkan sejumlah uang sebagai syarat agar dapat dimasukkan dalam daftar penerima program.
Dana yang diminta kepada kelompok tani tersebut diduga menjadi bagian dari praktik pemotongan bantuan yang seharusnya diterima petani secara utuh.
Program P3-TGAI sendiri merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum yang bertujuan memperbaiki dan meningkatkan jaringan irigasi di tingkat desa melalui partisipasi masyarakat.
Di Kabupaten Luwu, pada tahun 2024 tercatat terdapat 152 titik kegiatan P3-TGAI dengan nilai anggaran Rp225 juta per titik.
Total anggaran program tersebut mencapai sekitar Rp34,2 miliar.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kelima orang tersebut langsung ditahan oleh penyidik Kejari Luwu.
Usai menjalani pemeriksaan intensif di Kantor Kejari Luwu di Belopa, mereka kemudian dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palopo.
Muhandas menjelaskan, penahanan dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan sekaligus mencegah para tersangka menghilangkan barang bukti.
Baca Juga: Investasi Panas Bumi Rp1,5 Triliun di Luwu Utara Diduga Terafiliasi Israel, Siapa Beri Izin?
"Para tersangka ditahan selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan," katanya.
Kejaksaan Luwu juga menyatakan penyidikan kasus ini masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan akan ada pihak lain yang turut dimintai pertanggungjawaban apabila ditemukan bukti keterlibatan.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bawa Bubur Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bangun Usaha Bersama Dukungan BRI
-
Antrean BBM Makin Panjang, Wali Kota Makassar Datangi Pertamina: Tolong Cari Jalan Keluar!
-
Antrean Panjang BBM di Bone Picu Keributan: Adu Jotos, Ada yang Bawa Badik
-
Antre 7 Jam Demi Pertalite, Ojol di Makassar: Kami Butuh, Bukan Panic Buying
-
Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring