- Polrestabes Makassar menyiagakan 300 personel untuk mengamankan perayaan Imlek tahun 2026 yang berlangsung meriah.
- Pengamanan fokus pada klenteng dan lokasi pertunjukan barongsai menjelang Imlek dan menjelang Ramadan.
- Polisi juga menyiapkan operasi khusus Ramadan, termasuk melarang kegiatan Sahur on The Road demi ketertiban.
SuaraSulsel.id - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek t tahun 2026, suasana Kota Makassar mulai semarak.
Deretan lampion merah menghiasi kawasan pecinan, ornamen khas Tiongkok tergantung rapi di sepanjang jalan, dan pusat-pusat perbelanjaan turut memajang dekorasi bernuansa merah dan emas.
Di sejumlah klenteng, persiapan ibadah dilakukan dengan khidmat, sementara panggung-panggung untuk pertunjukan barongsai mulai berdiri.
Kota Angin Mammiri tampak siap menyambut Imlek dengan meriah.
Di tengah kemeriahan tersebut, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar memastikan pengamanan maksimal selama perayaan Imlek sekaligus menjelang bulan suci Ramadan.
Sebanyak 300 personel disiagakan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan ratusan personel itu akan disebar di sejumlah titik strategis. Terutama di klenteng-klenteng yang menjadi pusat perayaan.
"Jumlah personel seperti biasa ada 300 orang yang dikerahkan. Nanti kita tempatkan di beberapa klenteng," ujar Arya.
Ia mengatakan pengamanan tidak hanya difokuskan pada lokasi ibadah, tetapi juga pada titik-titik pertunjukan barongsai yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek.
Baca Juga: Selebgram Makassar Terseret Video Asusila dan Whip Pink, Polisi Kejar Penyebar
Polisi telah memetakan lokasi-lokasi yang akan menjadi pusat keramaian.
"Kita sudah siapkan pengamanan di titik-titik yang ada barongsai," tuturnya.
Kehadiran aparat kepolisian diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga Tionghoa yang merayakan Imlek maupun masyarakat umum yang turut menikmati kemeriahan suasana kota. Seperti diketahui, Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari 2026 dan menandai dimulainya Tahun Kuda Api dalam kalender Tiongkok.
Dalam siklus astrologi Tiongkok, Tahun Kuda Api terakhir terjadi pada 1966.
Kombinasi shio Kuda dengan elemen Api dikenal sebagai simbol energi besar, keberanian, dan dinamika yang tinggi.
Kuda melambangkan kebebasan dan stamina, sementara Api bersifat yang aktif dan menyala. Perpaduan keduanya diyakini menghadirkan tahun yang bergerak cepat dan penuh tantangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Gubernur Sulsel: Tidak Ada Kenaikan Pajak
-
BRI dan Pemprov Maluku Utara Kolaborasi Perkuat UMKM dan Ekonomi Desa
-
Pesawat TNI AL Keluar Jalur, Tiga Prajurit Lolos dari Maut
-
Detik-detik Banjir Bandang Terjang Parigi Moutong: Puluhan Rumah Tertimbun Lumpur
-
11 Daerah di Sulawesi Tenggara Resmi Status Siaga Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Terancam Puso