- Menteri Kelautan dan Perikanan menegaskan dana pembangunan kapal bersumber dari pinjaman luar negeri Pemerintah Inggris (UK).
- Menteri Keuangan mengkritik rendahnya pemanfaatan anggaran pemerintah untuk order galangan kapal nasional di Jakarta.
- Indonesia dan Inggris sepakat investasi maritim senilai 4 miliar poundsterling untuk pembangunan 1.582 kapal dalam negeri.
SuaraSulsel.id - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa dana pembangunan kapal dalam negeri berasal dari pinjaman luar negeri, tepatnya dari Pemerintah Inggris (UK).
Pernyataan ini disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, menanggapi komentar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait sumber pendanaan proyek tersebut.
“Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana pembangunan kapal itu bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK,” tulis Trenggono, dikutip di Jakarta, Selasa (10/2).
Unggahan Trenggono itu merujuk pada pernyataan Menteri Keuangan Purbaya dalam diskusi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta.
Sebelumnya, Purbaya menyampaikan keheranannya dalam focus group discussion (FGD) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang membahas pemberdayaan angkatan laut dan galangan kapal nasional, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
“Sudah terima order dari KKP?” tanya Purbaya kepada pelaku usaha galangan kapal.
“Belum,” jawab pelaku usaha galangan kapal secara serempak, seperti terlihat dalam video yang beredar luas.
Purbaya menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui belanja negara kepada industri dalam negeri.
Ia bahkan menyebut anggaran telah disiapkan, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga: TNI AU Kerahkan Pasukan Khusus ke Bandara IMIP Morowali
“Kan ada yang enggak masuk akal. Uangnya gua keluarin, ordernya enggak ada. Ini apa-apaan. Rugi saya, pak. Kita utang, dialokasi enggak dipakai,” kata Purbaya.
Purbaya menekankan pentingnya penguatan industri perkapalan nasional.
Ia juga menyoroti bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia mumpuni, tetapi industri galangan kapal belum berkembang optimal akibat minimnya kesempatan dan kebijakan yang kurang berpihak pada produksi dalam negeri.
Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah kebijakan impor kapal bekas yang menggerus permintaan terhadap kapal buatan lokal.
Ia juga menyoroti rendahnya pemanfaatan belanja pemerintah untuk mendukung galangan domestik, termasuk dalam program peremajaan kapal.
“Ke depan, kalau mau industri kita maju, demand domestik harus diamankan. Presiden bilang ada 2.491 kapal berusia lebih dari 25 tahun, itu pasti akan diganti,” ucapnya dikutip dari siaran pers Kemenkeu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya
-
Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar
-
Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin
-
Bupati Husniah Talenrang Bakal Diberhentikan usai Jadi Tersangka, Siapa Penggantinya?
-
Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara