- Pemerintah menyatakan ketersediaan pangan strategis di Sulsel aman jelang Ramadan dan HBKN, hanya bawang putih yang bergantung pasokan luar.
- Satgas Pangan dibentuk untuk mengawasi harga dan keamanan pangan; pelanggaran HET atau keamanan bisa dikenai sanksi pidana lima tahun.
- Perum Bulog Sulselbar menjamin stok beras, minyak, dan jagung mencukupi hingga Idulfitri bahkan akhir tahun, meniadakan alasan kenaikan harga.
Menurut Harmawan, keamanan pangan tidak bisa ditawar. Pemerintah tidak ingin masyarakat jatuh sakit akibat mengonsumsi pangan yang tidak aman.
"Kalau bicara keamanan pangan itu zero tolerance. Sama sekali harus nol masalah keamanan pangan," ujarnya.
Untuk memastikan harga dan keamanan pangan tetap terjaga, pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga dan Keamanan Pangan yang mengawasi 14 komoditas strategis.
Satgas ini bekerja lintas kementerian dan lembaga, melakukan pengawasan mulai dari produsen hingga pasar tradisional dan modern.
Cara kerja satgas dilakukan melalui pemantauan harian terhadap stok dan harga. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi administrasi seperti pencabutan izin usaha hingga penghentian kegiatan dapat langsung diterapkan. Namun, apabila terindikasi adanya unsur pidana, proses hukum akan dijalankan.
"HET yang terlalu tinggi itu menjadi pintu masuk untuk menyelidiki apakah ada pelanggaran pidana di dalamnya," kata Hermawan.
Bahkan, sejumlah produsen akan diminta membuat surat pernyataan kepada para pedagangnya, guna memastikan barang dijual sesuai HET di tingkat konsumen.
Pemerintah juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat. Jika menemukan pelanggaran, warga dapat melapor ke nomor Satgas di 0853-8545-0833.
Sementara itu, Perum Bulog Kanwil Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) turut memastikan ketersediaan stok pangan utama aman hingga Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Baca Juga: Cara Nikita Willy Kenalkan Puasa Tanpa Paksa ke Anak
Manajer Pengadaan Bulog Kanwil Sulselbar, Rahmatullah mengatakan stok beras, jagung, dan minyak goreng dalam kondisi cukup dan tersebar di seluruh wilayah.
"Untuk Ramadan dan Lebaran, stok beras, minyak, dan jagung cukup. Jadi tidak ada kekhawatiran dan insyaallah tidak akan ada kenaikan harga," kata Rahmatullah.
Saat ini, Bulog Kanwil Sulselbar menguasai stok beras sekitar 570 ribu ton dan jagung sebanyak 9 ribu ton yang tersebar di 11 kantor cabang di 24 kabupaten/kota Sulsel.
Stok beras tersebut dipastikan aman hingga akhir tahun.
"Kalau stok beras itu sampai akhir tahun aman. Untuk komoditas lain, sampai tiga bulan ke depan tidak ada masalah," ujarnya.
Selain itu, Bulog juga mencatat stok minyak goreng di Sulsel mencapai 335 ribu liter, gula pasir 718 ton, dan terigu 12,6 ton per 9 Februari 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ngeri! Layangan Tersangkut di Pesawat Saat Mendarat di Bandara Hasanuddin
-
Masih Bayar Lebih Saat Pakai QRIS? BI Sulsel Tegaskan Pedagang Tak Boleh Lakukan Ini
-
Ini Wajah Baru Ruas Jalan Pangkajene-Rappang yang Ramah Pejalan Kaki
-
Desain Ulang Jembatan Barombong, Konsep Kembar Berubah?
-
KKB Bakar Pesawat di Kabupaten Yahukimo, Pilot Dikabarkan Tewas