- 15 WNA Filipina terdampar di perairan Buol pada Kamis (22/1) dan diselamatkan nelayan setempat.
- Imigrasi Palu segera memulangkan mereka setelah berkoordinasi dengan Konsulat Filipina di Manado.
- WNA tersebut terombang-ambing 13 hari sebab perahu mereka rusak setelah diterjang ombak.
SuaraSulsel.id - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu segera memulangkan 15 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina yang sebelumnya terdampar di perairan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
"Setelah kami berkoordinasi dengan Konsulat Filipina di Manado, segera kami pulangkan mereka ke negara asal," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu Muhammad Akmal di Palu, Jumat (23/1).
Ia mengemukakan, pihaknya telah mengirim tim Imigrasi ke Kabupaten Buol untuk mendata dan wawancara terhadap para WNA tersebut.
Pendataan dilakukan untuk memastikan identitas dan kewarganegaraan masing-masing WNA, sebelum proses pemulangan dilaksanakan.
Konsulat Filipina di Manado, kata dia, akan melakukan wawancara langsung menggunakan bahasa Filipina guna memastikan status kewarganegaraan para WNA itu.
“Jika hasil wawancara menyatakan mereka warga negara Filipina, maka akan segera diproses pemulangannya. Namun, apabila terbukti berasal dari negara lain, penanganan akan disesuaikan dengan negara asal masing-masing," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, nelayan asal Kabupaten Buol menemukan dan menyelamatkan 15 orang WNA asal Filipina yang terombang-ambing di perairan Buol pada Kamis (22/1).
Kasi Humas Polres Buol Iptu Ridwan dalam keterangannya di Palu, Jumat, mengatakan berdasarkan keterangan seorang nelayan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 Wita saat para nelayan sedang melaut dan mendapati sebuah perahu dalam kondisi rusak sekitar 72 mil dari Kelurahan Buol, Kabupaten Buol.
"Para nelayan kemudian mengevakuasi seluruh penumpang ke perahu nelayan dan menarik perahu yang digunakan para WNA menuju daratan," katanya.
Baca Juga: Tiga Warga Manado Dicegat Imigrasi Makassar, Mau ke Kamboja
Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 jam, rombongan nelayan tiba di Dermaga Poyapi, Buol, sekitar pukul 18.00 WITA dan para WNA ditampung sementara di rumah warga di sekitar dermaga.
Ridwan mengungkapkan bahwa 15 orang WNA tersebut terdiri atas satu laki-laki dewasa, enam perempuan dewasa, enam anak perempuan, dan dua anak laki-laki.
Berdasarkan keterangan salah satu WNA, mereka merupakan warga Filipina yang bekerja di wilayah Sampurna, Sabah, Malaysia, dan hendak kembali ke Filipina.
Namun, perahu yang mereka gunakan diterjang ombak dan mengalami kerusakan sehingga mereka terombang-ambing di laut selama sekitar 13 hari sebelum akhirnya ditemukan nelayan Buol.
Setelah menerima laporan, tambah Ridwan, jajaran Polres Buol langsung berkoordinasi dengan TNI AL, BPBD, serta pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut.
"Seluruh WNA kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mokoyorli Buol guna menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan perawatan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
BRI Permudah Kredit Mobil dan EV, Ajukan Langsung di Super Apps BRImo
-
BRI Ajak Nasabah Tumbuh Bersama di Tahun Kuda Api Lewat BRI Imlek Prosperity 2026
-
DPR RI Ingatkan Bahaya Pemekaran Luwu Raya: Banyak Daerah Bernasib Tragis
-
ASN Kemenag Dilarang Keras Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran
-
Inilah Cara Aura Research Bantu Brand Pahami Opini Publik di Medsos