- Dua kotak hitam pesawat ATR 42-500 ditemukan tim SAR gabungan di Pegunungan Bulusaraung pada 21 Januari 2026.
- Perangkat tersebut, terdiri dari CVR dan FDR, diserahkan kepada KNKT untuk investigasi penyebab kecelakaan pesawat tersebut.
- KNKT akan menggunakan data berbasis fakta dari kedua perangkat untuk menyusun laporan dan rekomendasi keselamatan penerbangan.
Perangkat kedua adalah flight data recorder (FDR) yang menyimpan data teknis penerbangan.
Menurut Soerjanto, perangkat ini merekam puluhan parameter penting yang berkaitan langsung dengan kinerja pesawat.
"Yang satu lagi adalah flight data recorder. Ini ada kurang lebih 88 parameter. Ketinggian, kecepatan segala macam yang berisi data penerbangan," ujarnya.
Kedua perangkat ini dikenal secara umum sebagai black box, meski secara fisik berwarna oranye terang.
Soerjanto menjelaskan penamaan tersebut bukan karena warna, melainkan karena isi data di dalamnya yang belum diketahui sebelum dianalisis.
"Nah keduanya ini kenapa disebut black box? Memang sebelum dibuka datanya masih kita belum tahu apa isinya. Makanya dikatakan itu black box," jelasnya.
Ia menambahkan, warna oranye justru dipilih agar perangkat mudah ditemukan di lokasi kecelakaan.
Lebih jauh, Soerjanto menegaskan keberadaan black box menjadi fondasi utama dalam setiap investigasi kecelakaan penerbangan.
Ia tegaskan, investigasi tidak bertujuan mencari kesalahan semata, melainkan menggali pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Enam Jenasah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Tidak Utuh
"Jadi kenapa ada ide black box ini? Kita sebagai manusia ingin belajar dari kejadian. Jadi ada lesson learned yang tujuannya adalah agar kecelakaan yang sejenis atau serupa di kemudian hari tidak terjadi kembali," ucapnya.
Dari data yang diperoleh, KNKT akan menyusun laporan investigasi lengkap yang disertai rekomendasi keselamatan.
"Kita ingin mengetahui lesson learned dari kejadian ini apa yang menjadi pembelajaran bagi kita untuk perbaikan agar keselamatan khususnya transportasi udara ini akan lebih aman ke depannya," kata Soerjanto.
KNKT juga membuka kemungkinan untuk mengeluarkan rekomendasi keselamatan lebih awal apabila ditemukan hal mendesak dalam proses investigasi.
Hasil investigasi pun akan sepenuhnya berbasis data. Bukan asumsi.
"Bila kita pandang perlu bahwa saat ini memang ada hasil yang masih ada di dalam operasional penerbangan kami akan mengeluarkan rekomendasi segera," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Korupsi Bibit Nanas: Dua Pejabat Pemprov Sulsel Ikut Ditahan Bersama Bahtiar Baharuddin
-
Pemprov Sulsel Dukung Pembatasan Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
PSM Makassar Tunjuk Zulkifli Syukur, Bagaimana Nasib Tomas Trucha?
-
Kisah Yusuf, Warga Toraja Ditemukan Hidup Setelah Hampir 3 Hari Terperangkap di Kapal Karam