Peneliti mengungkap bahwa cap tangan kuno yang ditemukan di Gua Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, merupakan seni batu (rock art) tertua di dunia [Suara.com/BRIN/GRIFFITH UNIVERSITY]
Baca 10 detik
- Cap tangan di Gua Liang Metanduno, Muna, Sulawesi Tenggara, adalah seni batu tertua dunia berusia 67.800 tahun.
- Seni unik itu dibuat dengan pigmen merah, memiliki ujung jari menyerupai cakar binatang, dan dipublikasikan di jurnal Nature.
- Penemuan ini mengonfirmasi keberadaan Homo sapiens di Nusantara dan jalur migrasi awal menuju Australia.
2. Jalur Migrasi ke Australia: Memperkuat teori bahwa populasi awal manusia yang mendiami Australia berasal dari gelombang migrasi yang melewati wilayah Indonesia jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya.
Warisan Dunia di Tanah Muna
Sebelum penemuan ini mencuat, situs Liang Metanduno sebenarnya sudah cukup dikenal oleh wisatawan berkat lukisan gua yang berusia sekitar 4.000 tahun.
Namun, dengan terungkapnya lapisan seni yang jauh lebih tua ini, status Indonesia sebagai pemilik warisan prasejarah paling penting di dunia semakin tak tergoyahkan.
Penemuan ini menjadi pengingat pentingnya pelestarian situs-situs arkeologi di wilayah Wallacea, yang ternyata menyimpan kunci utama sejarah perjalanan umat manusia di muka bumi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun