- Agam Rinjani bergabung dalam SAR gabungan mencari korban pesawat ATR jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep.
- Keterlibatan utamanya adalah teknik vertical rescue karena medan sangat ekstrem berupa tebing dan cuaca berkabut.
- Hingga 22 Januari 2026, tim SAR telah menemukan tiga korban, dua di antaranya telah dievakuasi dan diidentifikasi.
Dalam operasi ini, tim Agam Rinjani mengambil posisi di Pos 9 jalur utama pendakian Gunung Bulusaraung.
Mereka ditugaskan sebagai tim vertical rescue dan disepakati untuk menginap di atas gunung guna mempercepat proses evakuasi jika diperlukan.
"Kami ambil posisi di camp vertikal dan akan menginap di atas gunung. Fokus kami membantu evakuasi korban di jalur-jalur vertikal," ujar Agam.
Beberapa hari terakhir, kondisi cuaca di kawasan Gunung Bulusaraung dilaporkan tidak stabil. Angin kencang, kabut tebal, serta hujan disertai badai kerap terjadi dan menghambat proses pencarian serta evakuasi.
Tim SAR gabungan pun harus menyesuaikan strategi agar operasi tetap berjalan dengan aman.
Agam berharap cuaca dapat segera membaik sehingga proses pencarian dan evakuasi korban bisa berjalan lebih optimal. Ia juga meminta doa dari masyarakat agar seluruh tim diberikan keselamatan selama menjalankan tugas.
"Kami mohon doa dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan semua korban bisa segera dievakuasi," katanya.
Nama Agam Rinjani sebelumnya dikenal luas setelah aksi vertical rescue di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.
Pada Juli 2025, ia terlibat dalam evakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins yang ditemukan di jurang sedalam sekitar 600 meter.
Baca Juga: Tangis Ibu Kopilot ATR 42-500: Anakku Kasihan..
Selain aktif sebagai relawan penyelamatan, Agam juga merupakan anggota Korps Pecinta Alam Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Sementara itu, hingga Kamis, 22 Januari 2026, tim SAR gabungan telah menemukan tiga korban dalam peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung.
Dua korban telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi atas nama Florencia Lolita Wibisono dan Deden Maulana. Kedua jenazah tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga pada Rabu, 21 Januari 2026.
Adapun korban ketiga yang ditemukan masih berupa bagian tubuh (body part) dan belum dapat diidentifikasi.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan proses pencarian dan evakuasi dengan memfokuskan penyisiran di sektor-sektor prioritas. Proses ini terus dihadapkan pada kendala cuaca dan medan ekstrem di kawasan pegunungan.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
-
Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar
-
Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa