Muhammad Yunus
Selasa, 20 Januari 2026 | 09:00 WIB
Koordinator pencari madu hutan di Kabupaten Pangkep, Mursalim Yunus membantu tim SAR mencari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 melalui jalur rahasia yang jarang dilalui [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung terkendala medan terjal ekstrem dengan kemiringan hingga 80 derajat.
  • Tim SAR melibatkan pemburu madu lokal sejak Senin, 19 Januari 2026, untuk mengakses area sulit menggunakan jalur pintas rahasia.
  • Operasi melibatkan 1.200 personel gabungan, telah menemukan dua korban meninggal, dan berfokus pada investigasi sisa komponen pesawat.

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii juga mengakui kawasan Gunung Bulusaraung menjadi salah satu tantangan terberat dalam operasi ini.

Meski ketinggian gunung tidak setinggi pegunungan besar lainnya, kontur wilayahnya sangat berbahaya.

"Bulusaraung ini memang terjal. Jurangnya hampir tegak lurus, mendekati 90 derajat, dengan kondisi bebatuan. Cuaca juga tidak selalu bersahabat," kata Syafii di kantor SAR Makassar.

Ia menegaskan seluruh langkah pencarian dilakukan dengan perhitungan matang demi keselamatan personel.

Setiap tim yang diturunkan harus memastikan jalur aman sebelum bergerak lebih jauh ke lereng dan dasar tebing.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia.

Korban pertama berjenis kelamin laki-laki, sementara korban kedua perempuan. Keduanya ditemukan di area terjal sekitar 500 meter.

Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih terus berlangsung. Sebanyak 1.200 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, unsur potensi SAR, dan relawan dikerahkan.

Untuk mencari delapan korban lainnya, sekaligus mengumpulkan bagian-bagian pesawat yang dibutuhkan dalam proses investigasi.

Baca Juga: Tim SAR Temukan Dompet hingga Pelampung di Jalur Ekstrem, Medan Curam Jadi Tantangan Berat

Di tengah keterbatasan karena cuaca yang sulit diprediksi, pengalaman warga lokal menjadi harapan tambahan bagi tim penyelamat dan keluarga korban.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More