- Pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di pegunungan Bulusaraung masih berlangsung.
- Proses pencarian pesawat jatuh tersebut terkendala berat berupa medan dan cuaca ekstrem.
- Gubernur mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, bersabar, dan mendoakan yang terbaik.
"Ini masih kami pastikan. Kecurigaan mengarah ke situ karena di tengah hutan lebat terlihat titik api yang cukup besar. Tapi kami menunggu konfirmasi langsung dari tim darat maupun heli," ujarnya.
Selain pemantauan udara, pencarian juga dilakukan melalui jalur darat dengan melibatkan berbagai unsur. Kodam XIV/Hasanuddin mengerahkan personel dari satuan tempur dan bantuan tempur, didukung Kostrad, Paskhas TNI AU, serta personel Lanud Sultan Hasanuddin, Basarnas Makassar, Polri, dan masyarakat setempat yang memahami medan turut dilibatkan.
Bangun menyebut total kekuatan yang disiagakan mencapai beberapa satuan setingkat kompi (SSK).
Dari Kodam XIV/Hasanuddin, lima SSK dikerahkan lengkap dengan dukungan tim kesehatan, komunikasi, dan topografi.
Kostrad menurunkan lima SSK tambahan, Lanud Sultan Hasanuddin mengerahkan sekitar 60 personel, sementara Paskhas TNI AU mengirimkan 25 hingga 30 personel terlatih.
"Seluruh unsur ini kami kerahkan untuk mempercepat pencarian, meski medan cukup berat dan cuaca tidak menentu," ujarnya.
Pesawat ATR 42-500 tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak oleh AirNav Makassar sekitar pukul 13.17 WITA.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan pesawat kehilangan kontak komunikasi dan radar saat melintas di wilayah Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data awal, pesawat terakhir terpantau di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros, dengan titik koordinat 04°57'08" Lintang Selatan dan 119°42'54" Bujur Timur, yang berada di perbatasan Maros dan Pangkep.
Pesawat tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.
Adapun kru pesawat yang berada di dalam pesawat tersebut yakni Kapten Andy Dahananto, First Officer Yudha Mahardika, XCU Captain Sukardi, First Officer Hariadi, Engineer on Board (EOB) Frankyd Tanamal, Back on Board (BOB) Junaidi, serta dua pramugari, Florencia Lolita S dan Esther Aprilita S.
Sementara itu, tiga penumpang yang turut berada di dalam pesawat masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Wajib Waspada! Gunung Lokon Berpotensi Keluarkan Gas Beracun dan Erupsi Tiba-tiba
-
Kapan Bantuan Tunai untuk Warga Sulsel Cair? Ini Penjelasan Mensos
-
Bupati Barru: Bibit Nanas Rp60 Miliar Tak Pernah Dibahas DPRD
-
Diskominfo SP Sulsel Sinergi BMKG Beri Informasi Cuaca yang Lebih Akurat dan Cepat
-
Pertamax Turbo Tembus Rp19 Ribu, Ini Daftar Harga BBM Terbaru di Sulsel